/
/
bengkulu-tengahheadlinehukum-peristiwa

Rujuk Pasien, Ambulance Asal Lebong Masuk Jurang, 2 Orang Dikabarkan Meninggal

4143
×

Rujuk Pasien, Ambulance Asal Lebong Masuk Jurang, 2 Orang Dikabarkan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Ambulance masuk jurang

GO BENGKULU, BENGKULU TENGAH – Niat hati merujuk pasien ke Rumah Sakit Bengkulu, mobil ambulance Puskesmas Kota Donok, Kabupaten Lebong malah bernasib malang. Mobil ambulance yang dikemudi oleh Dodi (30) tersebut mengalami kecelakaan di ruas jalan Kepahiang – Bengkulu tepatnya di Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (10/10/2023) sore sekitar pukul 15.10 WIB. Akibat dari kecelakaan tersebut 2 orang dikabarkan meninggal.

Informasi terhimpun, mobil ambulance milik Puskesmas Kota Donok itu membawa pasien bernama Fatmatwati (71) asal Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang untuk dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu. Belum diketahui pasti  penyebabnya, setiba di lokasi mobil oleng dan terperosok ke jurang sekitar 5 meter yang mengakibatkan pasien yang akan dirujuk tersebut meninggal. Bukan hanya pasien, di dalam ambulance tersebut juga terdapat anak pasien mendampingi ibunya. Nahasnya, dia pun ikut menjadi korban dan meninggal.

Kasat Lantas Polres Bengkulu Tengah Iptu Wihyanto, membenarkan kejadian tersebut. Dia menceritakan, ambulance asal Kabupaten Lebong tersebut melaju dari arah Kepahiang menuju Kota Bengkulu dengan membawa pasien dari Kabupaten Lebong untuk dirujuk ke rumah sakit di Kota Bengkulu. Setiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara), kuat dugaan sopir hilang kendali akibat jalan licin sehingga ambulance yang dikemudinya terperosok ke jurang sedalam 5 meter.

“Dugaan sementara ambulance lost control karena jalan licin,” kata Kasat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman, SKM, ketika dikonfirmasi juga membenarkan kejadian tersebut. Dia pun membenarkan bahwa ambulance tersebut milik Puskesmas Kota Donok yang digunakan untuk merujuk pasien ke rumah sakit Bengkulu. Kata Rachman, pasien tersebut memang rutin berobat (Cuci darah, red) ke rumah sakit Bengkulu diantar langsung oleh keluarganya dengan menggunakan ambulance milik Puskesmas Kota Donok.

“Di dalam ambulance tersebut terdapat 6 orang, terdiri dari Dairabi (30) dan Lelawati (53) keluarga pasien, kemudian Dodi (30) selaku sopir dan Dodi (34) perawat. 2 Lainnya pasien Fatmawati dan anaknya yang juga ikut meninggal,” terang Rachman. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *