/
/
headlinerejang-lebong

Didukung Alkes Rp48 Miliar, RSUD Rejang Lebong Targetkan Jadi Rujukan Regional

1595
×

Didukung Alkes Rp48 Miliar, RSUD Rejang Lebong Targetkan Jadi Rujukan Regional

Sebarkan artikel ini

REJANG LEBONG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong akan menerima bantuan alat kesehatan (alkes) berteknologi tinggi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai mencapai sekitar Rp48 miliar. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat peran RSUD Rejang Lebong sebagai rumah sakit rujukan regional di Provinsi Bengkulu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Rejang Lebong, drg. Asep Setia Budiman, mengatakan, kepastian bantuan itu diperoleh setelah pemerintah daerah mengikuti pertemuan daring bersama Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

“RSUD Rejang Lebong terpilih sebagai salah satu rumah sakit penerima empat alat kesehatan strategis dari Kementerian Kesehatan dengan total anggaran sekitar Rp48 miliar,” kata Asep, Jumat (06/03/2026).

Empat alat kesehatan yang akan diterima tersebut terdiri dari cathlab untuk pelayanan penyakit jantung, CT Scan untuk pemeriksaan saraf dan kepala, mammografi untuk deteksi dini kanker payudara, serta alat handling sitotoksik yang digunakan untuk peracikan obat kemoterapi bagi pasien kanker.

Menurut Asep, keberadaan peralatan medis tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di Rejang Lebong dan daerah sekitarnya.

“Selama ini pasien dengan penyakit jantung atau kanker sering harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah karena keterbatasan fasilitas. Dengan adanya alat ini, pelayanan bisa dilakukan langsung di RSUD Rejang Lebong,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika seluruh peralatan medis tersebut telah tersedia dan beroperasi, RSUD Rejang Lebong diproyeksikan dapat berperan sebagai rumah sakit rujukan regional.

“Harapannya masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap,” kata dia.

Dari sisi kesiapan, pihak rumah sakit telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, termasuk gedung dan tenaga medis yang akan mengoperasikan peralatan tersebut.

“Untuk menerima cathlab kami sudah siap, baik dari sisi gedung maupun sumber daya manusia. Perawat khusus untuk unit tersebut juga telah dipersiapkan,” ujar Asep.

Meski demikian, masih terdapat beberapa hal teknis yang sedang diselesaikan, salah satunya terkait kebutuhan penambahan daya listrik guna menunjang operasional alat-alat medis berteknologi tinggi tersebut.

“Salah satu yang tengah diusulkan tahun ini adalah penambahan daya listrik agar operasional alat kesehatan bisa berjalan optimal,” katanya. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *