/
/
headlinerejang-lebong

Viral MBG Balita Dibungkus Plastik, SPPG Sindang Dataran Akui Kesalahan Kader

1251
×

Viral MBG Balita Dibungkus Plastik, SPPG Sindang Dataran Akui Kesalahan Kader

Sebarkan artikel ini

REJANG LEBONG – Keluhan warga penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai diperbincangkan di media sosial, Senin (9/2/2026). Aduan tersebut berkaitan dengan kondisi makanan balita yang diterima. Dalam unggahan yang beredar, warga mengeluhkan paket MBG yang dikemas hanya menggunakan plastik, bukan wadah ompreng sesuai ketentuan. Nasi dalam paket tersebut juga disebut bercampur langsung dengan buah-buahan dalam satu bungkus.

Keluhan itu menyebut bahwa paket MBG berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Dataran. Pengunggah mempertanyakan mekanisme penyaluran MBG yang dinilai tidak sesuai standar pengemasan makanan balita.

Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar menyayangkan cara pengemasan makanan balita yang dinilai mengabaikan aspek kebersihan dan pemenuhan gizi.

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, pihak SPPG Sindang Dataran menyampaikan klarifikasi. Kepala SPPG Sindang Dataran, Abdul Rahman Habibullah, menjelaskan, penggunaan plastik dalam pengemasan paket MBG terjadi akibat kesalahan kader posyandu.

“Assalamualaikum izin sebelumnya, perkenalkan nama saya Abdul Rahman Habibullah Kepala SPPG Sindang Dataran. Izin konfirmasi dan klarifikasi terkait video yang beredar mengenai paket makan bergizi yang dibungkus dengan plastik. Itu merupakan kesalahan dari kader kami dan yang bersangkutan sudah mengakui,” tulisnya dalam pesan klarifikasi.

Ia menambahkan, pihak SPPG akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan melakukan klarifikasi langsung kepada kader agar peristiwa serupa tidak terulang.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Rejang Lebong, Anastasia Intan, menyampaikan, permasalahan tersebut masih dalam proses klarifikasi. Versi dia, makanan dari dapur SPPG sebenarnya telah dikemas menggunakan ompreng, namun kemudian dipindahkan ke plastik oleh kader.

“Dari dapur SPPG bentuknya sudah ompreng. Seharusnya paket tersebut sampai ke rumah penerima tetap dalam wadah ompreng,” ujar Intan. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *