/
/
headlineLebongpotret-desa

Tanam Jagung, BUMDes Karang Dapo Bawah Merugi

1324
×

Tanam Jagung, BUMDes Karang Dapo Bawah Merugi

Sebarkan artikel ini

LEBONG – Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karang Dapo Bawah, Kecamatan Bingin Kuning, mulai menuai sorotan. BUMDes yang bergerak di sektor pertanian itu dinilai belum mampu memberikan hasil optimal, bahkan salah satu unit usahanya, kebun jagung, disinyalir mengalami kerugian cukup signifikan.

Informasi terhimpun, tahun 2025 lalu Pemerintah Desa Karang Dapo Bawah melakukan penyertaan modal kepada BUMDES sebesar Rp117 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp87 juta telah direalisasikan untuk dua kegiatan usaha, yakni kebun jagung dan kebun cabai.

Ketua BUMDes Karang Dapo Bawah, Jedi Supardi, saat dikonfirmasi gobengkulu.com, Senin (5/1/2026), menjelaskan, dari total anggaran tersebut sekitar Rp49 juta digunakan untuk mengelola kebun jagung seluas dua hektare yang berlokasi di Dusun II. Usaha kebun jagung tersebut diakuinya telah melewati masa panen, namun sayang, hasil yang diperoleh jauh dari target dan berujung kerugian.

“Dari dua hektare lahan, hasil panen hanya sekitar 1,5 ton. Jagung dijual dengan harga Rp5.400 per kilogram,” ujar Jedi.

Ia mengakui, hingga saat ini pihaknya belum menghitung secara rinci total kerugian yang dialami. Alasannya, pencatatan keuangan secara lengkap masih berada di tangan bendahara BUMDes dan belum dilakukan penghitungan bersama. Menurut Jedi, rendahnya hasil panen disebabkan oleh kondisi tanah yang dinilai kurang mendukung serta faktor cuaca ekstrem yang terjadi selama masa tanam.

“Mungkin karena faktor tanah dan faktor alam,” katanya.

Sementara itu, untuk usaha kebun cabai, pihaknya menanam di lahan seluas satu hektare yang tersebar di tiga titik dengan anggaran sekitar Rp30 juta. Hingga kini, kebun cabai tersebut masih dalam tahap panen.

“Kalau cabai masih proses panen, mudah-mudahan hasilnya memuaskan,” tambah Jedi.

Di sisi lain, Penjabat (Pj) Kepala Desa Karang Dapo Bawah, Saharudin, SE, memilih enggan memberikan tanggapan terkait kerugian usaha BUMDes tersebut. Ia menegaskan, pengelolaan dan pertanggungjawaban usaha sepenuhnya menjadi tanggungjawab BUMDes.

“Jangan tanya ke saya, itu urusan dan tanggung jawab BUMDes. Tanya langsung ke BUMDes saja,” ujarnya singkat.

Sikap serupa juga ditunjukkan Sekretaris Camat (Sekcam) Bingin Kuning, Rika, yang memimpin kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di desa tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui secara detail kondisi kebun jagung yang merugi karena tidak turun langsung ke lapangan.

“Saya tidak tahu soal itu, tadi saya hanya cek administrasi di kantor desa, tidak ke lapangan. Coba tanya yang lain saja,” katanya. (PLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *