LEBONG – Hasil uji laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI terkait kasus keracunan massal peserta didik di Kabupaten Lebong, hingga kini belum juga diterbitkan. Peristiwa keracunan tersebut sebelumnya menimpa ratusan siswa tingkat TK, SD, dan SMP pada Rabu (27/8/2025).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman, S.K.M, membenarkan hal itu. kata dia, hingga Selasa (2/9/2025), hasil laboratorium belum diterima pihaknya secara lengkap.
Menurut Rachman, sampel muntahan siswa yang telah dikirim ke BPOM menunjukkan indikasi tercemar kuman. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyampaikan hasil resmi sebelum seluruh rangkaian uji laboratorium rampung.
“Terindikasi tercemar kuman, tapi kita belum bisa merilis karena belum lengkap,” ujar Rachman saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Saat ditanya kemungkinan hasil laboratorium diterbitkan pada pekan ini, Rachman tidak memberikan kepastian. Kendati demikian, ia berharap hasil dapat segera keluar.
“Mudah-mudahan minggu ini,” kata dia.
Hingga kini, penyebab pasti keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Lebong tersebut masih menjadi tanda tanya masyarakat. (PLS)
Baca juga:














