/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Kredibilitas Ahli Gizi MBG di Lebong Dipertanyakan

6708
×

Kredibilitas Ahli Gizi MBG di Lebong Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

LEBONG – Kasus keracunan massal ratusan siswa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, menimbulkan sorotan tajam terhadap kredibilitas ahli gizi yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Klaim bahwa makanan telah diuji dan dikawal oleh tenaga ahli gizi ternyata tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.

Kepala Dapur Umum MBG Lebong, Bartin Azib, sebelumnya menegaskan bahwa seluruh makanan telah disiapkan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Bahkan, menurutnya, menu yang disajikan sudah dicoba lebih dulu oleh pegawai dapur, ahli gizi, dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Semua makanan dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Bahkan sudah dicoba langsung oleh Kepala SPPG dan tidak menimbulkan masalah. Namun apa yang terjadi di lapangan di luar kuasa kami,” ujar Bartin.

Pernyataan tersebut justru memicu kritik. Orang tua murid mempertanyakan kapasitas dan peran ahli gizi dalam memastikan keamanan makanan. Sejumlah orang tua korban mengaku kecewa karena anak mereka tetap keracunan meskipun makanan diklaim sudah melalui pengawasan ketat. Kami minta evaluasi menyeluruh terhadap peran ahli gizi dan mekanisme pengendalian kualitas makanan agar program MBG tidak berubah menjadi ancaman kesehatan bagi siswa.

“Ngakunya ahli gizi, masa anak kami dikasi mie. Katanya sudah diuji, tapi kok masih keracunan. Saya tidak akan lagi mengizinkan anak saya makan dari program MBG itu,” kata seorang wali murid dengan nada kesal.

Kredibilitas ahli gizi dari BGN pun dipertanyakan. Publik menilai, jika pengawasan benar-benar dilakukan secara profesional, seharusnya bahan pangan berisiko, seperti mie, bakso, dan tahu yang diakui dibeli dari luar, dapat terdeteksi lebih awal sebelum diberikan kepada siswa.

Merespons situasi ini, Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, menegaskan, pengelola dapur MBG akan dihentikan sementara dan diinvestigasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun kesengajaan.

“Untuk sementara, pengelola dapur MBG ini dihentikan dan diinvestigasi dulu. Ada kelemahan di mana, itu nanti ranah aparat penegak hukum (APH) dan tim investigasi MBG. Titik tekan Pemprov saat ini bagaimana anak-anak bisa sembuh, karena ini musibah yang harus kita tangani serius,” ujarnya saat meninjau langsung ke Lebong, Kamis (28/8).

Selain menghentikan dapur MBG, Pemprov juga meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bengkulu menyalurkan makanan tambahan bagi para korban hingga kondisi kesehatan mereka pulih.

“Untuk tiga sampai empat hari ke depan, makanan tambahan bagi korban akan ditanggulangi Baznas,” jelasnya. (PLS)

Baca juga:

Polisi Segel Dapur Umum MBG, Ketua Dapur Diamankan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *