LEBONG – Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Lebong, Gian Septhayudi, memastikan hasil uji sampel muntahan siswa yang mengalami keracunan massal serta sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam proses pemeriksaan di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu. Hasil uji tersebut diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu lima hari ke depan.
“Sampel muntahan siswa dan makanan bergizi gratis sudah dikirim ke BPOM Bengkulu. Informasi dari Dinas Kesehatan, hasil uji laboratorium masih dalam proses dan membutuhkan waktu sekitar lima hari,” ujar Gian, Kamis (28/8/2025).
Ia menambahkan, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Lebong. Karena itu, masyarakat diminta untuk bersabar menunggu hasil resmi dari BPOM.
“Mereka tidak menyebutkan tanggal pastinya, hanya perkiraan sekitar lima hari sejak sampel dikirim,” kata Gian.
Kasus keracunan massal tersebut sebelumnya menimpa ratusan siswa di Lebong setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis yang dibagikan dalam program pemerintah. Puluhan siswa bahkan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat gejala mual, muntah, dan pusing.
Hasil uji laboratorium dari BPOM diharapkan dapat memberikan kepastian penyebab insiden tersebut sehingga langkah penanganan lebih lanjut dapat segera dilakukan oleh pemerintah daerah bersama pihak terkait. (PLS)














