LEBONG – Penyebab keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, hingga kini belum diketahui secara pasti. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong menegaskan, kepastian penyebab baru bisa disimpulkan setelah hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu keluar.
Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Lebong, Gian Septhayudi, S.Kep., M.KM, mengatakan, sampel muntahan siswa dan sisa makanan telah dikirim ke BPOM untuk diperiksa. Analisis tersebut diharapkan dapat memastikan apakah keracunan dipicu makanan basi, kadaluwarsa, atau faktor lain.
“Pemeriksaan laboratorium di BPOM diharapkan bisa memberikan kepastian penyebab keracunan ini. Kami masih menunggu hasil resminya,” ujar Gian, Rabu (27/8/2025).
Peristiwa tersebut dialami sekitar 300 siswa di sejumlah sekolah. Mereka sempat mendapatkan perawatan medis akibat gejala keracunan seperti mual, muntah, dan pusing. Saat ini, sebagian besar siswa dilaporkan sudah menunjukkan kondisi membaik.
Gian menegaskan, meski penanganan utama tetap pada pemulihan siswa, hasil pemeriksaan BPOM akan menjadi dasar penting untuk langkah lanjutan.
“Kami berharap hasil uji laboratorium segera keluar agar penanganan bisa lebih jelas dan terarah,” katanya.
Menurut Gian, jumlah siswa yang diduga keracunan mencapai sekitar 300 orang. Saat ini, para siswa tersebut sedang mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat. Kondisi sebagian besar pasien, kata dia, sudah mulai berangsur membaik.
“Insya Allah, besok anak-anak sudah bisa dipulangkan dan kembali berkumpul bersama keluarga,” tambahnya. (PLS)














