LEBONG – Kisah pilu Ramia, seorang ibu renta yang merawat anaknya, Asrin, penyandang disabilitas lumpuh total, akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Pasca mencuat di pemberitaan media gobengkulu.com, Selasa (26/8/2025) kemarin, dengan judul “Di Ujung Usia, Ramia Rawat Anak Lumpuh di Rumah Tak Layak Huni”, Rabu (27/8/2025), tim Dinas Sosial Lebong mendatangi kediaman Ramia di Dusun III, Desa Karang Dapo Bawah, Kecamatan Bingin Kuning. Tim membawa bantuan berupa Sembako, Supermi, karpet dan kebutuhan lainnya untuk meringankan beban ibu dan anak tersebut.
Kepala Dinas Sosial Lebong, H. Drs. Ahmad Ghozali, melalui Kabid Sosial Leni Marlina, SE, menyatakan langkah itu dilakukan menyusul sorotan publik terhadap kondisi Ramia. Dia mengaku sebelumnya pihaknya tidak mengetahui kondisi memprihatinkan yang dialami Ibu Ramia tersebut. Untuk itu, dia minta peran aktif masyarakat terutama perangkat pemerintahan desa agar aktif mendata dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar mendapat perhatian serius.
“Berdasarkan data dan pemberitaan yang muncul, kami segera menurunkan tim untuk menyalurkan bantuan. Semoga bisa meringankan beban Ibu Ramia dan anaknya,” kata Leni.
Leni menegaskan, tindakan pemerintah adalah wujud kepedulian, jangan dilihat dari nilainya tetapi sebagai bentuk respon cepat pemerintah
“Ke depan, Asrin akan didampingi pendamping sosial dan segera diberikan kursi roda,” ujarnya.
Respon Dinsos mendapat apresiasi dari Pj Kades Karang Dapo Bawah, Saharudin, SE, yang telah peduli dengan kondisi warganya.
“Kami berterima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan tim Dinsos yang cepat tanggap terhadap warga kami,” katanya.
Di tengah rasa syukur, Ramia tak kuasa menahan haru. Dia mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang disalurkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Lebong.
“Kami sangat terbantu, terima kasih kepada Pak Kades, Dinsos, Bupati, dan Wakil Bupati,” ucapnya dengan suara bergetar.
Namun, kasus ini menyisakan ironi, karena perhatian serius baru muncul setelah kisah mereka viral. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kerja sosial pemerintah yang proaktif dalam menjangkau warga pinggiran, bukan sekadar reaktif terhadap sorotan media. (PLS)














