/
/
headlineLebongpotret-desa

Pekerjaan Belum Selesai, Proyek Jalan Desa Muning Agung Disorot Tim Monev

4528
×

Pekerjaan Belum Selesai, Proyek Jalan Desa Muning Agung Disorot Tim Monev

Sebarkan artikel ini

LEBONG – Proyek rabat beton jalan lingkungan di Desa Muning Agung, Kecamatan Lebong Sakti, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahap I tahun 2025, menuai sorotan tajam. Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan menemukan sejumlah kejanggalan, puluhan meter pekerjaan ditemukan belum tuntas, ditemukan juga dua titik badan jalan yang baru saja dibangun namun sudah retak, parahnya lagi pemerintah desa enggan menyerahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ke tim pengawas.

Temuan itu didapati saat tim Monev yang dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Lebong Sakti, Okta Vianus, turun ke lokasi pada Jumat (25/07/2025) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Okta menyebut, proyek rabat beton senilai Rp230,7 juta tersebut seharusnya sepanjang 233,8 meter, namun hingga kini baru dikerjakan sekitar 191 meter.

“Pekerjaan belum tuntas. Dari total volume 233 meter, hanya selesai sekitar 191 meter. Lebih aneh lagi, RAB tidak diserahkan ke tim Monev, jadi kami tidak bisa menghitung detail kubikasi, ketebalan, dan spesifikasi sesuai perencanaan,” tegas Okta kepada saat dibincangi awak gobengkulu.com.

Menurut Okta, sikap pemerintah desa yang enggan membuka RAB berpotensi mengaburkan transparansi.

“Bagaimana kami bisa memastikan pekerjaan sesuai standar jika dokumen RAB saja ditahan, Ini uang negara, bukan milik pribadi,” sindirnya.

Selain keterlambatan, tim Monev juga menemukan dua titik retakan pada badan jalan yang belum genap berusia satu musim. Kondisi ini dinilai janggal dan rawan membahayakan kualitas bangunan. Okta memastikan, pihak kecamatan akan menindaklanjuti temuan tersebut secara serius.

“Kami minta pemerintah desa segera perbaiki sebelum kerusakan melebar. Kami akan evaluasi ulang dan pantau sampai proyek benar-benar sesuai. Jangan main-main dengan uang rakyat” tegasnya.

Di sisi lain, Pj Kepala Desa Muning Agung, Sakilawati, berdalih keterlambatan terjadi karena material konstruksi belum tersedia. Soal retakan, Sakilawati tak mengakui itu, dia menyebut retakan yang dimaksud oleh tim Monev itu hanya bekas papan bekistin. Dia berjanji sisa pekerjaan akan segera diselesaikan.

“Memang belum selesai, kami masih menunggu material karena antrean pemasok. Jadi tidak bisa dipaksakan. Terkait retakan, saya tegaskan tidak ada, itu hanya bekas papan bekisting,” dalih Sakilawati . (PLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *