/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Tampak Redup, Ternyata Perkara Fee Proyek yang Melibatkan Oknum Pejabat Lebong masih Bergulir

1984
×

Tampak Redup, Ternyata Perkara Fee Proyek yang Melibatkan Oknum Pejabat Lebong masih Bergulir

Sebarkan artikel ini
perkara fee proyek
Kasat Reskrim Polres Lebong, IPTU Riski Dwi Cahyo, S.Trk, S.I.K

GO BENGKULU, LEBONG – Tampak redup dan sempat banyak yang menduga telah dihentikan, rupanya perkara dugaan penggelapan fee proyek yang melibatkan oknum pejabat Lebong masih bergulir di unit Tipidkor Polres Lebong. Hal itu diakui oleh Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Risky Dwi Cahyo, S.Trk, S.I.K, saat dikonfirmasi Selasa (16/01/2024) siang. Diakui Kasat, laporan dugaan penggelapan fee proyek yang melibatkan oknum pejabat Lebong saat ini masih dalam proses penyelidikan pihaknya. Kasat menjelaskan, setiap perkara yang ditangani (Penyidik, red) pasti ada ending (Kesimpulan akhir, red).

“Masih berlanjut, setiap perkara pasti ada ending-nya, tunggu aja,” ujar Kasat saat dikonfirmasi tidak lama ini.

Disinggung terkait ada informasi yang menyebut perkara tersebut telah dihentikan, Kasat dengan tegas menyanggah informasi tersebut. Menurutnya, untuk menghentikan suatu perkara tidak gampang, semua tergantung dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik. Jika dari proses penyelidikan tidak ditemukan cukup bukti atau peristiwa yang dilidik ternyata bukan tindak pidana maka penyidikan bisa dihentikan.

“Tidak segampang itu, memang saat ini (Disangkakan,red) masih pasal 378 KUHP, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada pasal lain,” tandasnya.

Untuk diketahui, perkara dugaan penggelapan fee proyek yang ditangani oleh unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Lebong saat ini merupakan perkara yang dilaporkan oleh F, pemuda asal Desa Kutai Donok, Kecamatan Lebong Selatan, pada 18 Oktober lalu.

Dalam laporannya F mengaku dirinya menjadi korban penipuan fee proyek yang dijanjikan oleh oknum Kepala Bagian Keprotokolan Sekretariat Daerah Kabupaten Lebong yang berinisial Fd. Dalam melakukan aksinya Fd melibatkan oknum Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-Hub Lebong, yang berinisial Ts.

F mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada Fd untuk membayar fee proyek 2 paket pekerjaan di Dinas PUPR-Hub dan 1 paket pekerjaan di Dinas Pertanian seperti yang dijanjikan oleh Fd. Seiring berjalan waktu ternyata Fd ingkar, proyek yang dijanjikan sebelumnya ternyata tidak ada dan disinyalir dikerjakan oleh pihak lain. Sementara, uang (Fee) yang disetorkan oleh F tidak dikembalikan oleh Fd. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *