/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Kontroversi PT Indo Arabica Mangkuraja, HGU Habis Perusahaan Tetap Operasi

4457
×

Kontroversi PT Indo Arabica Mangkuraja, HGU Habis Perusahaan Tetap Operasi

Sebarkan artikel ini
PT INDO ARABICA MANGKURAJA Habis HGU

GO BENGKULU, LEBONG – Nakal, itulah kata yang pantas disematkan untuk PT Indo Arabica Mangkuraja, yang berlokasi di Desa Mangkurajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong. Bagaimana tidak, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kopi jenis Arabica ini kabarnya saat ini beroperasi tanpa HGU (Hak Guna Usaha) resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Informasi terhimpun, HGU PT Indo Arabica Mangkuraja telah berakhir sejak tahun 2020 lalu. Sementara, hingga saat ini perusahaan tersebut belum melakukan perpanjangan izin HGU. Parahnya lagi beredar kabar perusahaan tersebut telah berpindah tangan ke pihak lain.

Pjs Kepala Desa Mangkurajo, M. Sukri, ketika dibincangi awak gobengkulu.com, Rabu (20/9/2023), membenarkan bahwa perusahaan yang berada di wilayah desanya itu saat ini masih beroperasi. Pantauan dia, cerita M. Sukri, ada sekitar 20 orang lebih pekerja yang rutin beraktivitas di lokasi tersebut setiap harinya. Dia pun mengaku tidak tahu persis terkait izin HGU perusahaan tersebut karena memang pihak perusahaan tidak pernah menjalin komunikasi ke pihak desa.

“Setahu saya masih operasi, setiap hari di sana ada orang yang kerja, warga saya aja ada sekitar 20 orang belum lagi dari luar,” ungkap Pjs Kades.

Hanya saja, M. Sukri mengaku tidak tahu banyak tentang perusahaan tersebut karena dirinya belum genap setahun menjabat sebagai Pjs Kades di desa tersebut.

“Saya tidak tahu persis ceritanya seperti apa, mungkin untuk lebih jelasnya silahkan tanya sama orang perusahaan atau ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional),” jelasnya.

Di lain tempat, awak gobengkulu.com berusaha menyambangi pihak yang bertanggungjawab atas perusahaan tersebut tapi sayang belum berhasil termasuk juga pihak BPN Lebong, dan saat ini masih diupayakan.

Untuk diketahui, PT Indo Arabica Mangkurajo, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kopi Arabica yang berdiri di Kabupaten Lebong sejak 30 tahun silam. Sayangnya, perusahaan yang telah meraup keuntungan hingga miliaran rupiah dari kekayaan bumi Kabupaten Lebong ini disinyalir tidak memberi dampak positif bagi daerah. Baik kontribusi secara PAD (Pendapatan Asli Daerah) maupun pemberdayaan masyarakat lokal setempat. Pihak perusahaan juga terindikasi melanggar undang-undang ketenagakerjaan dengan tidak memperhatikan hak-hak dan kesejahteraan para pekerja. Para karyawan yang sudah bekerja menahun tetap diberlakukan sistem HL (Harian Lepas) tanpa ikatan yang jelas dengan perusahaan, bahkan mereka dibayar dengan upah yang sangat jauh dari standar UMP (Upah Minimum Provinsi) Bengkulu. Pada tahun 2019 lalu, PT.Indo Arabica Mangkuraja hanya membayar upah pekerjanya sebesar Rp30.000,- per hari. Sementara UMP Bengkulu pada saat itu sudah di angka Rp2.040.407,-. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *