/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Nyambi Jual Tuak, Warung Kelontong di Lebong Digeledah Satpol PP

2468
×

Nyambi Jual Tuak, Warung Kelontong di Lebong Digeledah Satpol PP

Sebarkan artikel ini
WARUNG TUAK
Barang bukti tuak yang dikemas dalam plastik

GO BENGKULU, LEBONG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebong pada Selasa (18/7/2023) sore sekira pukul 16.00 WIB kembali melakukan penertiban terhadap dugaan penyalahgunaan minuman jenis tuak. Kali ini menyasar pada salah satu warung kelontong yang terletak di Desa Talang Liak I, Kecamatan Bingin Kuning. Warung milik DN itu diduga menjual minuman jenis tuak yang merupakan salah satu minuman yang dilarang seperti yang tertera pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 05 Tahun 2017 tentang larangan dan pengendalian minuman keras dan penyalahgunaan Lem Aica (Aibon).

Kepala Satpol PP Lebong, Andrian Aristiawan, SH, melalui Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantimbum), Bambang Iryanto, mengatakan, awal penggeledahan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang menyebut di warung kelontong milik DN juga menjual minuman jenis tuak. Untuk memastikan informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi warung milik DN, tapi saat itu secara kasat mata Bambang mengaku tidak melihat adanya minuman jenis tuak seperti informasi yang dia terima itu. Masih penasaran, dengan bermodalkan Sprint (Surat Perintah Tugas) dari atasannya, Bambang meminta izin kepada pemilik warung untuk melakukan penggeledahan.

Alhasil, pihaknya menemukan sekitar 29 liter (29 Bungkus, red) minuman jenis tuak yang dikemas dalam plastik yang disimpan di belakang etalase/lemari dagangannya. Tuak-tuak tersebut kemudian langsung disita dan diamankan ke kantor Satpol PP Tubei.

“Ada sekitar 29 bungkus, tuak tersebut di simpan di belakang lemari jadi tidak terlihat dari luar,” ujar Bambang.

Selain melakukan penyitaan, Bambang mengaku pihaknya juga melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap pemilik warung yang saat itu hanya ada istrinya (Istri dari DN, red). Selanjutnya, Bambang mengaku akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap DN selaku kepala keluarga. Bambang menyebut, DN akan diundang ke Kantor Satpol PP Tubei untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban.

“Suaminya tadi sedang tidak ada di rumah, nanti dia (DN, red) kita panggil ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan mendalam,” imbuhnya.

Lebih jauh Bambang kembali mengingatkan kepada seluruh warga Lebong agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. Dia pun dengan tegas mengatakan tidak akan segan-segan mengambil tindakan jika hal tersebut masih terjadi.

“Kami juga meminta kepada warga agar proaktif memberi informasi ke kami jika mengetahui adanya perbuatan atau pun aktivitas yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban umum,” tandasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *