/
/
headlineLebong

Salah Input, Pembangunan Jalan Lingkungan di Kelurahan Embong Panjang Batal

736
×

Salah Input, Pembangunan Jalan Lingkungan di Kelurahan Embong Panjang Batal

Sebarkan artikel ini
Lurah Embong Panjang, Sangki Suardoyo, SE
Lurah Embong Panjang, Sangki Suardoyo, SE

GO BENGKULU, LEBONG – Kabar kurang mengenakkan diterima warga Kelurahan Embong Panjang, Kabupaten Lebong. Pasalnya, jalan lingkungan yang dinanti-nanti warga RT 3 kelurahan setempat kabarnya batal dibangun tahun ini. Informasi tersebut dibenarkan oleh Lurah setempat, Sangki Suardoyo, SE, saat dibincangi awak gobengkulu.com, di kantornya Kamis (6/7/2023) pagi.

“Iya kita tunda dulu anggarannya belum ada,” kata lurah.

Dia menjelaskan, jalan lingkungan itu rencananya memang akan dibangun tahun ini dari DK (Dana Kelurahan) senilai Rp 200 juta. Sayangnya, jelas Lurah lagi, anggaran Rp 200 juta itu rupanya tidak ada di DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) kelurahan tahun ini. Usut punya usut, anggaran Rp 200 juta itu rupanya masuk ke Kecamatan Lebong Tengah untuk pembangunan rehab gedung. Hal itu terjadi karena kesalahan input data di BKD (Badan Keuangan Daerah) Lebong, sehingga anggaran Rp 200 juta itu tidak ada di DPA-nya.

“Ada kesalahan input di BKD uang Rp 200 juta itu rupanya masuk ke anggaran Kecamatan untuk rehab gedung,” jelas lurah.

Dari informasi yang dia terima, lanjut lurah, anggaran Rp 200 juta yang sudah terlanjur masuk ke Kecamatan itu akan dialihkan lagi ke DPA-nya (Kelurahan, red) di APBD-Perubahan nanti. Dia pun memastikan, pembangunan jalan lingkungan yang sudah direncanakan itu akan tetap direalisasikan tahun ini tapi setelah pengesahan APBD-P nanti.

“Akan tetap kita realisasikan tahun ini tapi di perubahan nanti. Ini tidak batal tapi hanya tertunda,” tandasnya.

Senada dengan lurah, Camat Lebong Tengah, Indra Istiawan, SKM, ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. Camat mengakui terjadi kesalahan input di BKD sehingga DK untuk Kelurahan Embong Panjang masuk ke DPA kecamatan untuk rehab gedung. Dia menambahkan, dirinya tidak tahu persis kenapa bisa terjadi kesalahan input tersebut, karena penginputan dilakukan pada zaman camat sebelumnya.

“Iya memang benar ada kesalahan input tapi itu bukan di zaman saya, waktu itu saya belum menjadi camat. Kita minta kepada lurah agar menginput kembali di perubahan nanti,” sampainya. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *