/
/
headlineLebongpotret-desa

Bibit Tumbuh Subur, Tanam Serentak MT-II di Desa Pyang Mbik Tinggal Menghitung Hari

143
×

Bibit Tumbuh Subur, Tanam Serentak MT-II di Desa Pyang Mbik Tinggal Menghitung Hari

Sebarkan artikel ini
MT-II Desa Pyang Mbik

GO BENGKULU, LEBONG – Kegiatan MT-II di Desa Pyang Mbik, Kecamatan Amen, mulai menampakkan progres. Benih yang disemai sudah mulai tumbuh subur dan menghijau diperkirakan beberapa hari ke depan sudah bisa ditanam. Seperti yang disampaikan Pjs Kepala Desa Pyang Mbik, Putra Jaya, saat dibincangi awak gobengkulu.com, Rabu (21/6/2023). Bibit yang disemai oleh para petani di desanya itu sudah berumur 10 hari dan mulai tampak menghijau. Selain itu lahan warga juga sudah bersih dan siap tanam. Menurutnya, dalam waktu 2 pekan ke depan bibit-bibit tersebut sudah bisa ditanam.

“Sudah berumur 10 hari jika tidak ada halangan 2 minggu lagi kita mulai tanam,” kata Putra Jaya.

Diakui Putra, di desanya terdapat sekitar 47,6 hektar dan semuanya ikut MT-II. Para petani di desanya begitu antusias mengikuti program MT-II berkat dukungan pemerintah daerah termasuk juga dukungan dari pemerintah desa. Pemerintah daerah menyuplai bibit, termasuk juga nanti akan menyusul pupuk dan pestisida jika terserang hama. Kendati demikian, Putra Jaya, mengaku pemerintah desa tidak bisa lepas tangan begitu saja karena bantuan pupuk yang disalurkan oleh pemerintah tidak mencukupi kebutuhan petani sehingga harus didongkrak dari pemerintah desa.

MT-II Pyang Mbik

“Alhamdulillah 100 persen ikut MT-II, ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah terutama pak bupati yang selalu peduli dan tak bosan-bosan menyemangati para petani,” imbuhnya.

Ditanya terkait kendala yang dihadapi petani menjelang turun tanam, Putra pun tak menampik kendala pasti ada. Seperti serangan burung atau pun keong sawah yang menyerang bibit yang disemai. Tapi menurutnya permasalahan tersebut merupakan permasalahan yang lumrah dihadapi para petani sawah, bukan hanya MT-II di musim tanam musiman (MT-I) saja serangan hama pasti ada.

“Namanya kendala pasti ada tapi kita tidak boleh menyerah, dan kami yakin jika serius kendala itu pasti bisa diatasi,” terangnya. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *