/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Pulang Mencari Emas, Penambang Tradisional Dikabarkan Meninggal

158
×

Pulang Mencari Emas, Penambang Tradisional Dikabarkan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Penambang Emas Meninggal

GO BENGKULU, LEBONG – Malang dialami oleh Rodi Suprianto (46), warga Desa Sukau Margo, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong. Dia dikabarkan meninggal di sekitar lokasi tambang emas Tik Aseak, Desa Ketenong I, Kecamatan Pinang Belapis, Senin (12/6/2023) pagi. Belum diketahui persis penyebab meninggalnya korban, dugaan sementara korban mengalami sakit jantung.

Kapolres Lebong, AKBP Awilzan, S. I. K, melalui Kasat Reskrim Iptu Alexander menceritakan, dari cerita saksi Ujang (60) warga Kampung Muara Aman, yang saat itu berada di lokasi, kejadian tersebut bermula saat korban mendatangi lokasi parkiran motor dan berencana untuk pulang, sekira pukul 11.00 WIB. Setiba di lokasi, korban mengeluhkan dada sebelah kirinya sakit. Mendengar keluhan korban, saksi menyarankan agar korban beristirahat di pondok tidak jauh dari lokasi parkiran motor tersebut.

Tidak berselang lama, saksi mendengar suara rintihan dari arah pondok tempat korban istirahat. Mendengar suara tersebut, saksi lalu mendatangi pondok tempat korban beristirahat tersebut untuk melihat korban. Betapa terkejutnya saat itu, saksi melihat korban dalam keadaan telungkup dan sudah tidak bergerak. Melihat kondisi tersebut, saksi berinisiatif memeriksa denyut nadi korban untuk memastikan kondisinnya.

“Menurut saksi, saat itu denyut nadi korban sudah tidak ada lagi dan tubuh korban sudah terasa dingin dan diperkirakan sudah meninggal,” ujar Kasat.

Dalam kondisi panik, saksi kemudian menyampaikan kepada rekan-rekan penambang dan warga sekitar terkait kondisi korban. Untuk memastikan kondisi korban, warga sekitar bersama rekan-rekan penambang dan dibantu polisi yang saat itu sudah tiba di lokasi langsung membawa korban ke Puskesmas Muara Aman dengan menggunakan mobil Pick Up milik warga. Setelah diperiksa oleh petugas medis, benar saja korban dinyatakan sudah meninggal. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan kuat dugaan korban mengalami serangan jantung.

“Jasad korban langsung dibawa pulang oleh keluarga korban dengan menggunakan mobil Ambulance dan rencananya akan dikebumikan besok (13/6/2023),” demikian Kasat. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *