/
/
headlineLebong

Ngaku Tidak Punya Anggaran, Lurah Taba Anyar Batalkan MT-II di Wilayahnya

235
×

Ngaku Tidak Punya Anggaran, Lurah Taba Anyar Batalkan MT-II di Wilayahnya

Sebarkan artikel ini
Batalkan MT-II
Lurah Taba Anyar, Marison, SE

GO BENGKULU, LEBONG – Berhembus kabar tak sedap dari Kelurahan Taba Anyar, Kecamatan Lebong Selatan. Secara mengejutkan Lurah Taba Anyar, Marison, SE, mengutarakan MT-II di wilayahnya batal. Pembatalan tersebut diakuinya lantaran tidak tersedianya anggaran di kelurahan untuk mendukung MT-II. Dia mengatakan, kelurahan tidak sama dengan desa, pemerintah desa bisa menyisihkan dari Dana Desa (DD) untuk ketahanan pangan yang nantinya bisa diaplikasikan untuk mendukung pelaksanaan MT-II, sementara di kelurahan anggaran tersebut tidak ada.

“Di desa ada Dana Desa, kalau di kelurahan tidak ada,” ujarnya saat dibincangi di kantornya Selasa (6/6/2023) siang.

Artinya, lanjut Lurah, kelurahan hanya mengandalkan bantuan dari Dinas Pertanian saja. Sementara hingga hari ini diakui lurah bantuan dari Dinas Pertanian belum ada, baik bantuan bibit, pupuk atau bantuan lainnya yang ada baru hand traktor saja. Tambah lagi, lurah mengklaim minat MT-II para petani di kelurahannya memang kurang karena sebagian besar mereka bukan pemilik lahan tapi hanya sebagai penggarap.

“Hingga hari ini dari Dinas Pertanian baru ada bantuan hand traktor saja, bantuan bibit, pupuk, atau yang lainnya belum ada. Jadi kami pilih batal saja, apa lagi saya lihat minat warga saya memang kurang karena kebanyakan mereka hanya sekedar petani penggarap,” bebernya.

Batal melaksanakan MT-II, lurah pun meminta Dinas Pertanian agar segera menarik kembali bantuan hand traktor yang pernah diserahkan ke kelurahannya karena tidak digunakan.

“Saya minta dinas terkait segera menarik hand traktor ini, jangan lama-lama di sini nanti ada apa-apa saya yang disalahkan,” cetusnya.

Di lain tempat, Kepala Dinas Pertanian, Hedi Parindo, ketika dikonfirmasi mengaku sangat menyayangkan keputusan yang diambil oleh lurah tersebut. Hedi membantah jika pihaknya hanya membantu hand traktor saja. Selain hand traktor, dia memastikan ada juga bantuan bibit, pupuk dan pestisida, sama dengan wilayah lainnya. Bahkan Hedi mengaku terkhusus untuk wilayah kelurahan akan diupayakan bantuan (Pupuk, red) lebih dibanding wilayah desa, karena kelurahan tidak punya anggaran seperti dana desa yang bisa digunakan untuk ketahanan pangan.

“Saya sangat menyayangkan keputusan lurah ini, kalau bantuan bibit, pupuk dan pestisida saya pastikan ada, bahkan bantuan pupuk kami akan upayakan lebih dari MT-II di desa,” terangnya.

Kenapa hingga hari ini bantuan bibit belum disalurkan, Hedi menyebut itu teknis. Pihaknya menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan dan tahapan. Dia menerangkan, handtractor disalurkan untuk persiapan lahan, ketika lahan sudah siap barulah akan menyusul bibit. Ketika sudah sampai usia pemupukan barulah menyusul bantuan pupuk. Selanjutnya, jika terserang hama barulah akan dibantu pestisida.

“Kita akan salurkan sesuai kesiapan dan kebutuhan. Artinya, siapkan dulu lahan baru kami salurkan apa yang dibutuhkan,” jelasnya.

Hedi kembali menegaskan, kendati pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk ikut MT-II, tapi dia pastikan tidak ada paksaan untuk itu, MT-II hanya untuk yang mau saja. Seharusnya, lurah menyampaikan hal itu sejak awal sehingga hand traktor bisa disalurkan ke wilayah lain yang membutuhkan.

“Waktu itu lurahnya sendiri yang mengusulkan untuk ikut MT-II makanya kita kasih hand traktor. Jika kita tahu sejak awal, hand traktor itu bisa disalurkan untuk daerah lain,” sesalnya. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *