/
/
headlinehukum-peristiwaLebongpotret-desa

Perkara Dana BUMDes, Winto Pilih Jadi Buronan

324
×

Perkara Dana BUMDes, Winto Pilih Jadi Buronan

Sebarkan artikel ini
korupsi BUMDes
Kajari Lebong, Arief Indra Kusuma Adhi, S.H., M. Hum

GO BENGKULU, LEBONG – Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Nangai Tayau I, Kecamatan Amen, Winto, dimasukkan dalam daftar DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong, karena dinilai tidak kooperatif dan tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebong, Arief Indra Kusuma Adhi, S.H., M. Hum, menyampaikan, Winto adalah tersangka tindak pidana korupsi dana BUMDes di desanya. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Desember tahun lalu. Sejak pertama dilakukan penyelidikan hingga ditetapkan sebagai tersangka, Winto tidak pernah kooperatif bahkan tidak pernah memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dia tidak kooperatif bahkan tidak pernah memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” ujar Kajari, Rabu (8/3/2023) kemarin.

Dijelaskan Kajari, selain Winto, sebelumnya penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi lain yang berkaitan dengan BUMDes tersebut. Dari keterangan saksi dan sejumlah alat bukti yang diperoleh, perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut kuat mengarah kepada Winto sebagai aktor utamanya.

“Seharusnya, Winto kooperatif sehingga haknya pun terpenuhi dan perkara bisa menjadi jelas,” kata Kajari.

Kajari mengimbau kepada Winto agar kooperatif demi terwujudnya keadilan dan permasalahan cepat selesai. Selain itu, Kajari juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mengetahui keberadaan Winto agar segera menyampaikan informasi tersebut ke pihaknya atau ke penegak hukum terdekat lainnya.

“Winto ini sudah menjadi buronan nasional, dia sudah ditetapkan masuk dalam sistem Tabur (Tangkap Buronan) oleh Kejari Lebong,” tandasnya.

Untuk diketahui, Winto adalah Direktur BUMDes Turan Binjei Jayo, Desa Nangai Tayau I, yang bergerak di bidang usaha Sembako. Sejak pertama didirikan, BUMDes yang dinahkodai oleh Winto itu sudah 2 kali mendapat kucuran modal dari Dana Desa. Pertama pada tahun 2019 sebesar Rp 47 juta kemudian di tahun 2020 sebesar Rp Rp 45 juta. Awalnya, kegiatan usaha BUMDes berjalan lancar dan tampak ramai tapi sayang rupanya usaha yang dibangun untuk masyarakat itu tidak bertahan lama dan dikabarkan gulung tikar sekitar tahun 2021 lalu. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *