/
/
headlineLebong

Badan Kesbangpol Lebong Numpang Ngantor di GEDUNG DJOEANG

418
×

Badan Kesbangpol Lebong Numpang Ngantor di GEDUNG DJOEANG

Sebarkan artikel ini
GEDUNG DJOEANG
GEDUNG DJOEANG , Kantor baru Badan Kesbangpol Lebong dan BMA

GO BENGKULU, LEBONG – Rabu (1/2/2023) pagi terpantau rombongan pegawai Badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) Lebong, berangkut barang-barang fasilitas kantor dari kantor lama (Gedung Pemda,red) menuju GEDUNG DJOEANG yang berada persis di sebelah Kantor KPU Lebong di jalan lintas Lebong – Bengkulu Utara. Tampak para pegawai Badan Kesbangpol secara gotong-royong mengangkut seluruh fasilitas kantornya lalu disusun kembali di GEDUNG DJOEANG tersebut.

Informasi terhimpun, angkut-mengangkut barang yang dilakukan oleh pegawai Badan Kesbangpol itu rupanya dalam rangka hijrah dari kantor lamanya menuju GEDUNG DJOEANG yang sudah lebih dulu ditempati oleh Ormas BMA (Badan Musyawarah Adat).

Dibincangi awak gobengkulu.com, Kepala Badan Kesbangpol Lebong, Hambali, menceritakan, kantor yang ditempatinya selama ini terlalu sempit untuk standar OPD tipe A yang terdiri dari 4 bidang. Dengan kondisi kantor selama ini, Hambali khawatir akan berpengaruh pada kinerja dan pelayanan yang ada di OPD yang dia pimpin itu. Sebab itu, dia berinisiatif untuk pindah ke tempat yang menurutnya lebih luas dan lebih nyaman untuk memaksimalkan kinerja.

“Kantor kita selama ini terlalu sempit, mau tidak mau kita harus pindah. Untuk sementara iya kita ke sini dulu gabung sama BMA,” ujarnya.

Dia menambahkan, dipilihnya GEDUNG DJOEANG sebagai kantor baru bukan berarti pihaknya ingin menguasai gedung tersebut atau pun berniat mengusir BMA. Dia menyebut, untuk saat ini Pemerintah Kabupaten Lebong masih kekurangan sarana dan prasarana gedung. Karena keterbatasan itu, dia mengaku tidak ada pilihan lain untuk sementara bergabung satu atap dengan BMA di GEDUNG DJOEANG, itupun diakuinya hasil koordinasi dengan pimpinan.

“Kami pindah ke sini bukan berarti ingin menguasai sepenuhnya atau mengusir BMA. Gedung inikan besar, kita pakai sebelah BMA sebelah,” jelasnya.

Dia berharap kepada semua pihak agar tidak salah mengartikan atas kehadirannya di gedung yang lebih dulu ditempati oleh BMA itu. Kata dia, saat ini pemerintah Kabupaten Lebong sedang merencanakan untuk pengadaan gedung baru. Sembari menunggu, pihaknya numpang dulu di GEDUNG DJOEANG bersama-sama dengan BMA. Tambahnya lagi, dengan ditempati oleh OPD berarti ada harapan gedung tersebut untuk dilakukan renovasi karena bisa dianggarkan di DPA-nya.

“Sebelumnya kami mohon maaf, saya yakin pak Ketua BMA bijak menyikapi ini. Tujuan kita satu untuk kemajuan Kabupaten Lebong,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua BMA Lebong, Arianto Jalal, ketika dibincangi di tempat yang sama mengaku menerima dengan senang hati atas hijrahnya Badan Kesbangpol ke GEDUNG DJOEANG bergabung dengan BMA. Walaupun, dia mengaku belum pernah menerima surat pemberitahuan resmi dari Pemda Lebong atas penunjukan Badan Kesbangpol pindah ke GEDUNG DJOEANG yang telah lebih dulu ditempati olehnya itu. Namun demikian, dia yakin apa pun tindakan yang diambil oleh Badan Kesbangpol pasti atas restu dari bupati selaku pemangku kebijakan di Pemerintahan Kabupaten Lebong.

“Kami menerima dengan baik, apapun yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol hari ini saya yakin atas restu bupati selaku pimpinan. Apapun itu, jika memang kebijakan pimpinan kami siap menerima dan saya yakin ini yang terbaik,” tambahnya.

Lebih jauh dia juga menyebut, BMA dengan Badan Kesbangpol bukanlah satu, tapi hanya satu atap. Dalam artian, kendati satu atap tapi ada etika yang harus dijunjung tinggi dan ada privasi masing-masing yang harus tetap dijaga karena BMA bukanlah bagian dari Kesbangpol begitupun sebaliknya.

“Kita hanya satu atap, Kesbangpol….kesbangpol, kami…kami, inilah yang namanya sikok bagi duo,” tandasnya sembari melawak. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *