/
/
headlineLebong

Bangunan Pasar Mewah Tak Kunjung Rampung, Pedagang Berencana Ngadu ke Dewan

290
×

Bangunan Pasar Mewah Tak Kunjung Rampung, Pedagang Berencana Ngadu ke Dewan

Sebarkan artikel ini
PTM Muara AMan

GO BENGKULU, LEBONG – Perkumpulan Pedagang Lebong (PPL) melayangkan surat kepada DPRD meminta agar digelar hearing bersama terkait kejelasan pasar PTM Muara Aman yang sudah 4 tahun dibangun tapi tak kunjung rampung. Surat tersebut kabarnya telah dilayangkan pada 3 November lalu, tapi hingga saat ini belum direspons oleh DPRD.

Ketua PPL, Suratman, kepada awak gobengkulu.com, menceritakan, pihaknya butuh kepastian terkait keberadaan pasar tersebut. Diakuinya, hingga saat ini belum ada komunikasi dari pihak pemerintah kapan pasar tersebut bisa ditempati, bahkan dirinya mengaku belum ada ketentuan yang jelas bagaimana sistem pengelolaan pasar itu nanti. Baik sistem pengelolaan maupun legalitas bagi para pedagang yang akan menempati kios baru tersebut.

“Kita butuh kejelasan, kapan mulai ditempati, sistemnya seperti apa dan apa legalitas kita dalam menempati kios itu nanti,” ujar Suratman, Senin (21/11/2022).

Dia menambahkan, seharusnya pemerintah tanggap dan respons dengan nasib para pedagang yang sudah 4 tahun menggantung. Dia juga meminta ada arus komunikasi yang jelas antara pemerintah dengan para pedagang agar para pedagang tidak lagi bimbang.

“Kabarnya dalam waktu dekat ini akan diresmikan pasar tu dan akan segera ditempati, tapi sejauh ini belum ada komunikasi dengan kami pengurus PPL,” imbuhnya.

Untuk itu, lanjut Suratman, pihaknya minta kepada DPRD agar memfasilitasi hearing antara PPL dengan pihak pemerintah untuk menjawab kegalauan para pedagang selama ini.

“Harapan kami DPRD bisa secepatnya merespons surat permohonan hearing dari kami itu agar masalahnya jelas,” tandasnya.

Terpisah, Plt Sekretaris Dewan (Sekwan), Cahya Sectiantoro, saat dikonfirmasi awak gobengkulu.com membenarkan, bahwa pihaknya pernah menerima surat permohonan hearing dari PPL beberapa waktu lalu. Sebelumnya, kata Cahya, hearing telah dijadwalkan sekitar 2 minggu yang lalu tapi karena ada kesibukan lain yang tidak kalah penting sehingga hearing terpaksa ditunda.

“Sebelumnya sudah kita jadwalkan sekitar 2 minggu yang lalu tapi terpaksa diundur. Ini kita usahakan dalam waktu dekat ini, kalau tidak ada halangan minggu ini kita gelar dan kita undang mereka (PPL, red),” ungkapnya.

Untuk diketahui, pembangunan Pasar Modern Muara Aman dimulai sejak tahun 2018 lalu. Pada tahun 2018, Pemkab Lebong menganggarkan sekitar Rp 16,8 miliar untuk pembangunan pasar tersebut. Tapi sayang, dari anggaran Rp 16,8 miliar itu kontraktor hanya mampu menyelesaikan pekerjaan sekitar 42 persen sehingga anggaran yang terserap hanya sekitar Rp 7 miliar. Kemudian di tahun 2019, Pemkab Lebong kembali mengucurkan anggaran sekitar Rp 13,8 miliar untuk melanjutkan pembangunan pasar tersebut, tapi uang  yang sudah miliaran itu belum juga cukup untuk merampungkan bangunan pasar tersebut.

Selanjutnya, di tahun 2020 APBD Lebong kembali terkuras sekitar Rp 13 miliar untuk melanjutkan pembangunan pasar tersebut, tapi tetap saja belum bisa merampungkan pasar yang sudah lama dinantikan itu. Tidak berhenti sampai di situ, di tahun 2021 Pemkab Lebong kembali mengucurkan anggaran sekitar Rp 3,8 miliar, tapi rupanya harapan masyarakat belum juga bisa terwujud.

Setelah 4 tahun menguras puluhan miliar APBD Lebong, pasar mewah yang dijanjikan itu belum juga bisa dinikmati oleh masyarakat bahkan dampaknya kehidupan para pedagang yang sebelumnya menempati kios pasar lama menjadi luntang-lantung.

Berlanjut tahun 2022, Pemkab Lebong kembali menganggarkan dana sekitar Rp 3,3 miliar untuk merampungkan pasar tersebut. Besar harapan masyarakat pasar tersebut segera terealisasi dengan harapan dapat meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *