/
/
headlineLebong

Tradisi Unik Suku Rejang di Kabupaten Lebong “Muang Apem”

872
×

Tradisi Unik Suku Rejang di Kabupaten Lebong “Muang Apem”

Sebarkan artikel ini
Muang apem

GO BENGKULU, LEBONG – Masyarakat Kabupaten Lebong menggelar ritual adat “Kedurai Apem” atau yang biasa disebut oleh masyarakat setempat dengan istilah “Muang Apem” yang dilaksanakan di Desa Bungin, Kecamatan Bingin Kuning atau tepatnya di lokasi yang biasa disebut oleh masyarakat setempat dengan istilah Benei Libea, Senin (31/10/2022). Benei Libea merupakan dataran pasir yang menghampar luas yang terletak di antara Desa Bungin dan Desa Semelako yang di tengahnya tumbuh pohon beringin yang berdaun kuning (Bingin Kunin).

Muang Apem ini merupakan tradisi dari 4 desa yang terdiri dari Desa Semelako, Bungin, Pungguk Pedaro dan Karang Dapo. Dahulunya, Warga 4 desa ini meyakini nenek moyang mereka berasal dari Desa Trasmambang yang konon katanya tenggelam di lokasi tersebut. Seiring berjalannya waktu, ritual Muang Apem ini menjadi budaya turun temurun di Kabupaten Lebong yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Muang Apem kali ini dihadiri oleh para petinggi Kabupaten Lebong, terdiri dari Wakil Bupati, Fahrurrozi, Ketua DPRD, Carles Ronsen, Kapolres Lebong, AKBP Awilzan, S.I.K, sekretaris daerah, Mustarani Abidin, Ketua BMA, Arianto Jalal, dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, wakil bupati menyampaikan, Muang Apem merupakan budaya unik yang dimiliki oleh masyarakat suku Rejang yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Untuk itu, dia mengimbau agar budaya tersebut terus dilestarikan karena merupakan kekayaan daerah yang tidak setiap daerah memilikinya. Menurutnya, menjaga dan melestarikan adat budaya merupakan cerminan masyarakat yang berakhlak, beretika dan beradab.

“Kita mengartikan ritual adat Muang Apem ini untuk perkokoh persatuan dan kesatuan serta memperkokoh adab kita terhadap leluhur,” ujarnya.

Lanjut Wabup, tradisi yang unik juga berpotensi untuk meningkatkan sektor wisata. Tentunya dengan keunikan tersebut masyarakat dan wisatawan akan berbondong-bondong datang untuk menyaksikan yang nantinya akan bermuara pada perputaran ekonomi warga sekitar.

“Ini harus kita lestarikan, karena banyak potensi yang terkandung di dalamnya. Salah satunya adalah potensi wisata yang secara tidak langsung akan menunjang perputaran ekonomi warga,” tambahnya.

Terpantau di lokasi, acara Muang Apem kali ini juga dihadiri oleh para camat, para Kepala Desa, tokoh adat dan ribuan pengunjung dari berbagai daerah. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *