Aparat Jangan Tutup Mata, Banyak Penjahat di SPBU

0
1542
SPBU

GO BENGKULU, LEBONG – Sepertinya sudah harus menjadi perhatian khusus bagi aparat penegak hukum terhadap pendistribusian BBM (Bahan Bakar Minyak) di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang merupakan satu-satunya di Kabupaten Lebong ini. Kuat dugaan terdapat banyak oknum yang dengan sengaja memanfaatkan lonjakan harga BBM untuk meraup keuntungan pribadi. Mereka rela mengantre seharian untuk membeli BBM di SPBU untuk dijual kembali kepada pengepul atau dijual sendiri secara eceran kepada masyarakat dengan harga jauh lebih mahal dibanding harga di SPBU.

Berdasarkan investigasi awak gobengkulu.com, terpantau para pengantre BBM yang selalu memadati SPBU yang terletak di Kelurahan Amen ini adalah mayoritas orang yang sama setiap harinya. Herannya, mereka bisa masuk (Membeli, red) hingga beberapa kali. Modusnya, setelah mendapatkan BBM di SPBU, BBM tersebut disalin kemudian armada yang dikemudinya masuk lagi ke barisan antrean untuk membeli lagi. Ulah oknum tersebut salah satu pemicu antrean panjang hingga ratusan meter dan tak pernah terputus.

Baru-baru ini di SPBU tersebut diberlakukan sistem catat plat nomor kendaraan untuk mengantisipasi pengisian/pembelian berulang dalam satu hari. Setelah diberlakukan sistem tersebut, para oknum nakal ini rupanya tak kehabisan akal, mereka masih saja punya trik dan akal bulus untuk dapat membeli secara berulang di hari yang sama. Modusnya mengganti plat nomor asli kendaraan yang digunakannya dengan plat nomor palsu untuk mengecoh petugas dan pembeli lainnya.

Selain itu, awak gobengkulu.com juga berhasil membincangi salah satu pengepul BBM jenis pertalite. Dia dengan lantang membeberkan, dirinya mendapatkan BBM dengan cara menggunakan jasa sejumlah sopir angkot untuk mengantre di SPBU. Dia mengaku membeli kepada sopir tersebut seharga Rp 400 ribu/jerigen yang isinya sekitar 35 liter.

“Saya kasih mereka modal untuk antre minyak. Nanti minyak yang mereka dapat saya beli dengan harga Rp 400 ribu/jerigen yang isi 35 liter. Jadi wajar saja kan kalo saya jual Rp 13 ribu/liternya,” bebernya, Kamis (15/9/2022).

Lebih menyakitkan lagi, para pengepul yang telah merampas hak masyarakat ini tega menjual BBM jenis pertalite dengan harga selangit, yakni, Rp 13 ribu/liter bahkan ada pula yang menjual 14 ribu hingga Rp 15 ribu/liter.

Sejumlah nara sumber yang berhasil dibincangi awak gobengkulu.com mengaku sangat keberatan dengan kondisi tersebut. Masyarakat berharap pemerintah atau aparat yang berwenang dapat segera menertibkan oknum-oknum nakal yang dengan sengaja memanfaatkan peluang di tengah kesulitan masyarakat saat ini. Setidaknya pemerintah membuat regulasi terkait harga eceran tertinggi (HET) bagi pengecer BBM agar mereka (Pengecer, red) tidak bisa semena-mena menetapkan harga eceran.

“Kalo untuk dibasmi rasanya tidak mungkin, tapi setidaknya ada ketentuan HET yang harus mereka patuhi agar tidak semena-mena menentukan harga eceran. Kita mau antre di SPBU susah, mau beli eceran harga selangit,” keluhnya. (YF)

 Baca juga:

Tangkap Mafia BBM Subsidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here