/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Mandi ke Sungai, Warga Semelako III Ditemukan Mengapung

184
×

Mandi ke Sungai, Warga Semelako III Ditemukan Mengapung

Sebarkan artikel ini
Meninggal tenggelam
Korban disemayamkan di rumah duka, Desa Semelako III, Kecamatan Lebong Tengah. Korban rencananya akan dimakamkan besok, Selasa (30/8/2022).

GO BENGKULU, LEBONG – Warga Desa Semelako III, Kecamatan Lebong Tengah, pada Senin (29/8/2022) sore, mendadak gempar. Salah satu warga setempat yang teridentifikasi bernama Romen (31), ditemukan dalam keadaan mengapung di sungai Biyoa Nge’ai di desa tersebut.

Informasi terhimpun, Romen pertama kali ditemukan oleh salah satu warga setempat yang bernama Panoni (50). Saat itu Panoni ke sungai dengan maksud ingin mandi. Setibanya di sungai, Panoni dikejutkan dengan penemuan jasad Romen yang saat itu sudah mengapung dan tidak sadarkan diri.

Dalam keadaan cemas, Panoni lalu memberitahu warga lainnya yang kemudian beramai-ramai langsung mengevakuasi korban. Korban kemudian langsung dilarikan ke RSUD Lebong untuk memastikan keadaannya, dan benar saja setelah diperiksa oleh tim medis Romen dinyatakan sudah meninggal.

Kapolres Lebong, AKBP. Awilzan, S.I.K, melalui Kapolsek Lebong Tengah, Ipda. Tulus Wibowo, saat dikonfirmasi awak gobengkulu.com membenarkan kejadian tersebut. Kata Kapolsek, korban diduga kuat meninggal akibat tenggelam di sungai. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Korban sempat dilarikan ke RSUD untuk memberi pertolongan dan memastikan keadaannya, tapi dari hasil pemeriksaan tim medis korban dinyatakan sudah meninggal,” ujar Kapolsek.

Hanya saja, lanjut Kapolsek, tidak ada yang tahu persis apa penyebab korban tenggelam dan pukul berapa kejadiannya. Ada beberapa saksi mengaku melihat korban pergi ke sungai sekitar pukul 14.00 WIB. Kapolsek juga menerangkan, dari keterangan pihak keluarga dan beberapa saksi, korban memang mengalami keterbelakangan mental. Atas musibah tersebut, pihak keluarga juga mengaku sudah ikhlas dan tidak akan menuntut pihak manapun. Pihak keluarga meyakini tragedi yang merenggut nyawa Romen adalah sebuah kecelakaan di luar rencana manusia.

“Pukul berapa persis kejadiannya kita belum tahu, tapi dari keterangan beberapa warga ada yang melihat korban pergi ke sungai sekitar pukul 14.00 WIB,” tandas Kapolsek. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *