/
/
headlineLebong

Ngaku Dinasnya Tidak Punya Anggaran, Oknum Pejabat Lebong Tilep Uang Retribusi

147
×

Ngaku Dinasnya Tidak Punya Anggaran, Oknum Pejabat Lebong Tilep Uang Retribusi

Sebarkan artikel ini
Wisata Air Putih

GO BENGKULU, LEBONG – Ada-ada saja ulah oknum pejabat di Dinas Pariwisata Pemuda dan OlahrAga (Disparpora) Kabupaten Lebong. Diam-diam pria yang diketahui menjabat sebAgai Kepala Bidang (Kabid) di Dinas tersebut menggunakan uang setoran retribusi pariwisata yang dititipkan padanya untuk keperluan pribadi. Setelah ulahnya terendus sekitar bulan Juni lalu, pria yang berinisial Ag tersebut bergegas menyetorkan uang yang dititipkan padanya itu ke Bidang Pendapatan BKD (Badan Keuangan Daerah) Lebong.

Kendati sudah menunjukkan iktikad baik, Ag rupanya tidak menyetorkan sepenuhnya uang yang dititipkan padanya itu ke Bidang Pendapatan. Dari nilai Rp 37 juta uang yang dititipkan, Ag hanya menyetorkan Rp 25 juta saja. Ag mengaku sisa uang tersebut terpakai olehnya dan berjanji akan segera mengembalikan dalam waktu dekat.

Setelah hampir 1 bulan, Ag tak menunjukkan iktikad baik, uang Rp 12 juta yang belum disetorkannya itu tak kunjung diserahkannya ke Bidang Pendapatan. Karena dinilai sudah terlalu lama, Bidang Pendapatan berinisiatif untuk menagih dan mempertanyakan sisa uang tersebut kepada Ag. Tapi lagi-lagi Ag berkilah dan tak mampu menyerahkan sepenuhnya, sisa uang Rp 12 juta hanya disetorkan Rp 7 juta sehingga masih menyisakan Rp 5 juta. Ag kembali berjanji akan segera menyerahkan sisanya dalam waktu dekat.

Dibincangi awak gobengkulu.com, Kamis (4/8/2022) siang, Ag mengakui uang retribusi dari objek wisata itu memang sudah lama diterimanya. Dari 3 objek wisata yang dibebankan retribusi, Ag mengaku baru 2 objek wisata yang bayar, yakni, Objek wisata Air Putih Rp 30 juta dan objek wisata Danau Picung Rp 7 juta. Ditanya terkait uang yang dipakainya itu untuk apa, Ag mengaku terpaksa menggunakan uang tersebut untuk operasional kegiatan dinas di kantornya.

“Dinas kami tidak ada anggaran, jadi saya terpaksa pakai uang ini dulu untuk operasional dinas kami. Saya pikir nanti akan saya kembalikan,” kilahnya.

Sementara itu Kepala BKD Lebong, Erik Rosadi, melalui Kepala Bidang Pendapatan, Monginsidi, menuturkan, seharusnya apa pun bentuk PAD yang diterima tidak boleh disimpan secara pribadi tapi harus segera disetorkan ke rekening kas daerah. Dia juga mengaku sudah berulang kali koordinasi dengan pihak Disparpora terkait retribusi tersebut tapi pihak Disparpora selalu berkilah.

“Seharusnya uang tersebut tidak boleh berlama-lama disimpan secara pribadi tapi harus langsung disetorkan ke rekening kas daerah,” cetusnya. (FR)

Baca juga:

Kontribusi PAD Objek Wisata Masih Nihil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *