/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Beredar Kabar Ada Calo P3K

166
×

Beredar Kabar Ada Calo P3K

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Mutasi BKPSM Lebong, Candra
Kepala Bidang Mutasi BKPSM Lebong, Candra

GO BENGKULU, LEBONG – Setelah batal menyelenggarakan perekrutan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tahun 2021 lalu, tahun ini Pemerintah Kabupaten Lebong memastikan akan melakukan perekrutan. Kabarnya, tahapan seleksi akan diselenggarakan sekitar bulan September atau Oktober mendatang. Informasi terhimpun, perekrutan tahun ini hanya difokuskan untuk 3 formasi, yakni, formasi guru, kesehatan dan umum.

Menariknya, kendatipun tahapan belum dimulai, di tengah masyarakat mulai beredar terdapat oknum calo yang mengaku bisa meloloskan untuk menjadi P3K dengan imbalan sejumlah uang. Dari informasi yang berhasil dihimpun gobengkulu.com, calo tersebut menjanjikan akan membantu untuk memuluskan proses seleksi hingga dinyatakan lulus dan diterima sebagai P3K di lingkungan Pemkab Lebong. Tarif yang ditetapkan pun kabarnya tidak sedikit, nilainya mencapai puluhan juta per kepala.

“Iya saya pernah ditawarkan, katanya sampai lulus harus siapkan uang Rp 60 juta,” kata sumber yang minta identitasnya disembunyikan.

Sumber juga menceritakan orang yang mengaku bisa meluluskannya untuk menjadi P3K itu meyakinkannya bahwa proses seleksi P3K akan dilaksanakan secara manual (Bukan CAT, red) sehingga peluang untuk bermain ada dan peran “orang dalam” sangat berpengaruh.

“Katanya proses seleksi tidak pakai CAT (Computer Assisted Test), jadi peluang kita terbuka lebar,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lebong, Apedo Irman Bangsawan, melalui Kepala Bidang Mutasi, Candra, saat dikonfirmasi gobengkulu.com terkait informasi calo tersebut, dia menegaskan agar jangan percaya dengan iming-iming tersebut. Dia memastikan tidak ada transaksional untuk lulus menjadi P3K. Bahkan dia mengutuk keras oknum yang mengaku bisa meluluskan untuk menjadi P3K dengan imbalan uang itu. Kata Candra, yang bisa meluluskan seseorang untuk menjadi P3K adalah kemampuannya untuk mengikuti semua tahapan seleksi yang kemudian akan diukur berdasarkan perengkingan.

“Saya pastikan tidak ada dan jangan percaya yang namanya calo, yang lulus itu nanti memang yang benar-benar mampu melewati tahapan seleksi yang diurutkan berdasarkan nilai tertinggi,” tegasnya.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat agar jangan percaya dengan siapa saja yang mengaku bisa membantu untuk meluluskan menjadi P3K. Jika ada yang mengaku-ngaku dan meminta sejumlah uang dia pun menyarankan agar melapor kepada agar APH (Aparat Penegak Hukum) agar bisa ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku karena itu murni penipuan.

“Kalau memang ada yang ngaku-ngaku bisa meluluskan dan meminta sejumlah uang silakan lapor ke APH biar ditindak, karena saya pastikan itu tidak ada,” ujarnya.

Terkait mekanisme seleksi, Candra tidak menampik untuk formasi guru memang akan dilaksanakan secara manual karena penilaian akan lebih mengedepankan dari sisi masa pengabdian. Sementara untuk formasi kesehatan dan umum, Candra mengaku belum mendapat informasi pasti apakah akan dilaksanakan dengan sistem CAT atau manual, karena memang belum pernah disampaikan oleh Kemenpan-RB.

“Dari hasil pertemuan kami beberapa waktu lalu, untuk seleksi formasi guru mungkin akan dilaksanakan secara manual. Tapi untuk formasi kesehatan dan umum saya belum tahu pasti karena memang belum ada Juklak dan Juknis pelaksanaannya, kami masih menunggu petunjuk,” jelasnya. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *