/
/
headlineLebong

Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diminta Waspada DBD

129
×

Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diminta Waspada DBD

Sebarkan artikel ini
Kepala PKM Tes, Apriani, SKM
Kepala Puskesmas Tes, Apriani, SKM

GO BENGKULU, LEBONG – Salah satu penyakit serius yang kerap menyerang masyarakat adalah DBD (Demam Berdarah Dengue) yang ditularkan oleh nyamuk. DBD ini sering menyerang masyarakat di saat peralihan dari musim panas ke musim hujan. DBD bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa mengenal usia. Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Dua nyamuk yang bisa menularkan virus ini adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, dia meminta agar masyarakat membiasakan pola hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan bak mandi seminggu sekali dan pelihara ikan predator yang dapat menghambat perkembangan nyamuk karena ikan tersebut akan memangsa jentik nyamuk.

Kata Apriani, tahun ini kasus DBD di wilayah Kecamatan Lebong Selatan meningkat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan catatannya, hingga bulan Mei 2022 sudah tercatat 9 warga yang terinfeksi virus DBD. Jumlah itu menurutnya meningkat 2 kali lipat jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang hanya terdapat 4 kasus.

“Tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, jika tahun sebelumnya hanya ada 4 kasus, tapi di tahun 2022 ini hingga bulan Mei sudah ada 9 kasus. Tapi di bulan Juni, Juli dan Agustus nihil,” kata Apriani, Rabu (3/8/2022).

Apriani juga mengatakan, salah satu upaya yang biasa dilakukan oleh pihaknya adalah dengan membagikan bubuk abate ke masyarakat dengan tujuan untuk membasmi jentik nyamuk dan melakukan foging di daerah yang terserang DBD. Hanya saja, untuk foging Apriani mengaku hanya dilakukan jika sudah warga yang terserang DBD. Hal itu dilakukan agar diketahui dimana titik-titik rawan dan dimana titik perkembangan nyamuk penyebab DBD. Jika belum ada yang terjangkit DBD, menurutnya pengasapan hanya sia-sia karena belum tentu di titik penyemprotan itu terdapat nyamuk pembawa virus DBD.

“Kita hanya melakukan foging jika sudah ada yang terjangkit, jadi kita tahu dimana titik-titik perkembangan nyamuk itu. Jika belum ada kasus saya rasa penyemprotan akan mubazir,” terangnya. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *