/
/
Lebongpotret-desa

Berdalih DD Terlambat Cair, Pekerjaan Fisik Desa Karang Anyar Belum Tuntas

107
×

Berdalih DD Terlambat Cair, Pekerjaan Fisik Desa Karang Anyar Belum Tuntas

Sebarkan artikel ini
Karang Anyar

GO BENGKULU, LEBONG – Pekerjaan fisik Desa Karang Anyar, Kecamatan Lebong Tengah, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap I tahun 2022 terpantau belum juga selesai. Hal itu terungkap saat tim dari Kecamatan turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan Evaluasi (Monev), Kamis (21/7/2022). Terpantau di lapangan, pekerjaan tersebut berupa saluran irigasi yang menyatu dengan pekerjaan perawatan jalan usaha tani (JUT), dengan nilai anggaran sekitar Rp 200 juta. Dari hasil pemeriksaan tim Monev, masih terdapat puluhan meter pekerjaan yang belum tuntas dan masih dalam tahap pengerjaan oleh pemerintah desa.

Kepala Desa Karang Anyar, Muktarezi, saat dibincangi awak gobengkulu.com, tak menampik jika progres pekerjaan fisik di desanya tahun ini agak sedikit terlambat, itu pun diakuinya karena pihaknya terlambat dalam proses pencairan DD tahap I tahun ini. Dia berkomitmen akan menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu dekat dan akan segera melaporkan kembali ke pihak Kecamatan.

“DD tahap I kami kemarin memang agak sedikit terlambat. Ini masih dalam tahap pengerjaan, mungkin tidak lama lagi selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Lebong Tengah, Gusmawati, yang saat itu turun langsung ke lokasi dalam rangka monitoring dan evaluasi serapan anggaran DD ADD tahap I tahun 2022, mengimbau kepada pemerintah desa Karang Anyar agar segera menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas dan melaporkan kembali ke pihak kecamatan. Itu pun menurutnya sebagai bahan untuk mengajukan pencairan tahap II. Jika pekerjaan tahap I terlambat, tentunya pencairan DD tahap II juga akan terhambat.

“Saya minta segera selesaikan pekerjaan yang belum tuntas dan segera laporkan progresnya ke Kecamatan,” kata Camat.

Camat juga menambahkan, walaupun harus cepat selesai tapi kualitas pekerjaan juga harus diutamakan. Dia menyebut, jangan hanya karena ingin cepat selesai pemerintah desa malah mengabaikan kualitas.

“Kita minta bisa selesai tepat waktu tapi kualitas harus tetap terjaga, karena ini dibangun dari uang masyarakat dan harus bisa dinikmati oleh masyarakat,” tandasnya. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *