/
/
headlineLebong

Dinas Perpusda Lebong Menggelar Pelatihan Masak Pempek Berbahan Baku Lemea

239
×

Dinas Perpusda Lebong Menggelar Pelatihan Masak Pempek Berbahan Baku Lemea

Sebarkan artikel ini
Dinas Perpustakaan

GO BENGKULU, LEBONG – Selama ini perpustakaan lebih kental dan tertanam di otak kita hanya sebagai gudang buku dan taman baca saja. Seiring dengan kemajuan zaman saat ini, rupanya fungsi dari perpustakaan tidak hanya demikian. Seperti yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lebong, Rabu (29/6/2022) pagi, dinas tersebut menggelar pelatihan home industri yang diikuti sejumlah ibu rumah tangga di wilayah Kelurahan Embong Panjang. Menariknya, pelatihan yang digelarnya hari ini sedikit unik dan berbeda dari yang lain, yakni, memasak pempek dengan menggunakan bahan dasar makanan khas Kabupaten Lebong, yaitu, lemea.

Dibincangi awak gobengkulu.com, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lebong, Yuliana, S. Sos, melalui pustakawan, Nurjanah, S. Sos, mengatakan, tujuan dari pelatihan yang digelarnya itu adalah untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan masyarakat lokal agar lebih kreatif dan produktif. Bahan baku lemea sengaja dipilih untuk menonjolkan khas daerah.

“Seperti Palembang lebih dikenal dengan pempek ikannya, begitu pun harapan kita nanti Lebong juga akan dikenal dengan pempek lemeanya,” kata Nurjana.

Selanjutnya dia juga mengatakan, jika dulu perpustakaan hanya dijadikan sebagai tempat membaca, tapi sekarang lebih dari itu. kata dia, selain membuka wawasan anak bangsa, perpustakaan juga mempunyai peran untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan potensi diri. Pelatihan yang digelarnya itu diakui Nurjanah merupakan program perpustakaan nasional seiring dengan perkembangan era globalisasi.

Selain pelatihan di bidang memasak, ke depan pihaknya juga akan melanjutkan pelatihan-pelatihan di bidang lain, seperti, bidang pertukangan, pertanian, perikanan dan lainnya untuk memacu perekonomian dari masyarakat lokal.

“Ini baru perdana kita adakan di sini dan baru diikuti sekitar 5 orang peserta ibu-ibu. Mungkin ke depan kita akan adakan lagi kegiatan yang lebih besar dan lebih inovatif lagi,” jelasnya. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *