/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Dilaporkan BPD, Kades Semelako Atas Diperiksa Unit Tipikor

165
×

Dilaporkan BPD, Kades Semelako Atas Diperiksa Unit Tipikor

Sebarkan artikel ini
KASAT i
Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander

GO BENGKULU, LEBONG – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lebong, saat ini kabarnya sedang mendalami laporan yang disampaikan oleh BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Semelako Atas, beberapa waktu lalu, terkait dugaan penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh kepala desanya. Laporan yang sudah hampir 1 (Satu) bulan itu kabarnya masih dalam proses penyelidikan dan sedang dilakukan upaya klarifikasi terhadap kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor.

Seperti yang disampaikan Kapolres Lebong, AKBP Awilzan, S.I.K, melalui Kasat Reskrim Iptu Alexander, SE, saat dikonfirmasi Kamis (16/6/2022) siang. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Kata Kasat, setiap laporan masyarakat yang masuk ke pihaknya pasti direspons. Namun, untuk menentukan kebenarannya, pihaknya juga butuh proses dan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, mulai dari pengumpulan keterangan dan alat bukti hingga tahapan-tahapan lainnya guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan.

“Prosesnya sekarang masih dalam tahap penyelidikan ya..kita akan klarifikasi dulu BPD yang melaporkan Kades. Mungkin dalam waktu dekat ini,” ungkap Kasat.

Sementara itu, Kepala Desa Semelako Atas saat dikonfirmasi awak gobengkulu.com, mengaku dirinya sudah pernah dipanggil ke Satreskrim Polres Lebong terkait laporan yang menyeret namanya itu. Hanya saja, Kades masih enggan bercerita banyak terkait apa saja hasil pemeriksaan terhadap dirinya itu.

“Ya saya sudah dipanggil. Saya sudah diperiksa dan ditanyai banyak pertanyaan,” singkat Kades.

Untuk diketahui, dalam laporan yang disampaikan pada 17 Mei sebulan yang lalu itu, BPD menyebut kepala desa yang berinisial RJ tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa terlebih kepada pihaknya selaku BPD. Bukan hanya soal transparansi, Domer, selaku ketua BPD Semelako Atas yang saat itu mengantar langsung laporannya ke Polres Lebong juga mengklaim terdapat beberapa bangunan yang diduga dikerjakan asal-asalan. Baru seumur jagung kondisi fisik bangunan sudah rusak. Kemudian, pihaknya juga menilai perencanaan pembangunan desa tidak memperhatikan asas manfaat dan kondisi masyarakat setempat.

“Kami menilai bangunannya asal-asalan dan minim asas manfaat. Buktinya ada bangunan yang terbengkalai dan ada pula yang dibangun tumpang tindih, semuanya sudah kami rincikan dalam laporan” beber Domer. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *