/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Diduga Depresi Karena Ditinggal Istri, Seorang Pria di Kabupaten Lebong Gantung Diri

576
×

Diduga Depresi Karena Ditinggal Istri, Seorang Pria di Kabupaten Lebong Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
korban bunuh diri

GO BENGKULU, LEBONG – Lagi-lagi warga Kabupaten Lebong gempar. Seorang pria (29), beranak satu warga salah satu desa di wilayah Kecamatan Lebong Selatan, dikabarkan meninggal karena bunuh diri di rumahnya. Kejadian yang menggemparkan warga itu pertama kali diketahui oleh ibu korban pada Sabtu (23/4/2022) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu dirinya datang ke rumah anaknya (Korban bunuh diri, red) dengan maksud ingin mengantarkan obat untuk anaknya itu.

Setibanya di rumah korban, betapa terkejutnya saat itu, ibu tua ini mendapati anaknya sudah tergantung. Melihat kejadian tersebut, sontak saja ibu yang sudah lansia ini menjerit histeris sehingga mengundang warga lainnya berdatangan ke rumah korban. Masyarakat yang mendengar jeritan ibu korban langsung berdatangan dan langsung membantu menurunkan dari gantungannya, itu pun berdasarkan persetujuan dan permintaan dari ibu korban.

Diceritakan Kapolres Lebong, AKBP. Awilzan, S.I.K, melalui Kapolsek Lebong Selatan, Iptu Suroso, menurut versi ibu korban, anaknya tersebut sejak 3 bulan terakhir mengalami depresi (Gangguan Psikologis) lantaran ditinggal pergi oleh istrinya.

Untuk memulihkan psikologis anaknya itu, berbagai upaya dilakukan oleh ibu lansia ini. Terakhir dia mencoba mengobati anaknya tersebut dengan cara obat tradisional. Setelah menjalani pengobatan (Dukun, orang pintar, red), dia dianjurkan untuk memandikan anaknya itu dengan air jeruk nipis selama 3 pagi berturut-turut. Baru saja pagi pertama ingin memandikan anaknya, ibu tua ini sudah mendapati anaknya tergantung.

“Kalau versi ibunya, anaknya itu sejak ditinggal istrinya 3 bulan yang lalu mengalami depresi. Jadi kuat dugaan motifnya karena depresi ditinggal istrinya,” kata Kapolsek.

Kapolsek juga menjelaskan, pihaknya telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihaknya juga telah mengamankan beberapa alat bukti.

“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tandas Kapolsek. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *