/
/
headlineLebong

Kopli: Ingin Sukses, Pemuda Harus Kreatif dan Inovatif

94
×

Kopli: Ingin Sukses, Pemuda Harus Kreatif dan Inovatif

Sebarkan artikel ini
Bupati Kopli Ansori

GO BENGKULU, LEBONG – Bupati Lebong, Kopli Ansori, mengajak para pemuda agar menjadi sosok yang kreatif dan inovatif dengan senantiasa menggali potensi diri dan memanfaatkan peluang yang ada. Dia menyebut, salah satu problem yang membuat masyarakat sulit maju adalah pola pikir yang kerdil dan tidak berani untuk mencoba. Berkaca dengan negara-negara maju, seperti Jepang, Singapore, dan negara maju lainnya, mereka pada umumnya tidak memiliki sumber daya alam (SDA) yang mumpuni, tapi di diri mereka tertanam jiwa pekerja keras yang tidak ingin menyerah dengan keadaan. Mereka memanfaatkan potensi yang ada, bahkan di dalam masalah pun mereka selalu melihat peluang yang bisa diraih. Mereka kaya akan inovasi dan tidak membiasakan hidup bergantung.

“Negara Jepang dan Singapore itu sumber daya alamnya jauh tidak sebanding dengan yang kita punya, tapi kenapa mereka bisa lebih maju dari kita? Jawabannya tentu kualitas SDM mereka lebih maju dari kita,” ujar pria yang dikenal sukses sebagai wirausahawan muda yang berhasil menduduki kursi orang nomor satu di bumi Swuarang Patang Stumang pada Pilkada serentak 2020 lalu itu, Senin (12/4/2022).

Kemudian, dia mencontohkan seperti yang terjadi di Kabupaten Lebong sendiri. Banyak para tengkulak yang tidak memiliki lahan tapi bisa lebih kaya daripada para petani yang memiliki lahan yang luas. Kenapa itu bisa terjadi, lagi-lagi dia menyebut penyebabnya adalah kualitas sumber daya manusianya. Apa lagi, di era yang serba modern saat ini, segala aspek kehidupan dituntut untuk bersaing menunjukkan yang terbaik, karena yang terbaiklah yang akan mampu bertahan untuk tetap bersaing dalam panggung globalisasi.

“Jika para pemuda tidak berusaha menjadi diri yang kreatif dan inovatif, maka alamat akan tergilas oleh kemajuan zaman dan akhirnya terpuruk dalam kemiskinan,” ujarnya.

Dia membeberkan, kebanyakan orang selalu berpikir tentang kendala tanpa berani mencoba dan mencari solusi. Bahkan banyak yang tidak berani akan tantangan sehingga cenderung memilih posisi yang menurutnya aman kendati tanpa disadari hal itulah yang membuatnya sulit untuk berkembang. Faktor terbesar penyebab kegagalan menurutnya adalah malas, tidak berani tantangan dan tidak disiplin.

“Sebagian besar dari kita cendrung konsumtif dan hidup bergantung, banyak yang memilih menjadi pekerja daripada pengusaha, sehingga pangsa pasar kita pun disetir oleh para produsen-produsen yang kreatif,” tandasnya.

Terakhir, dia mengajak seluruh pemuda Lebong agar menjadi pemuda yang produktif, kreatif dan inovatif. Dia kembali menegaskan, jangan pernah hidup bergantung pada orang lain termasuk pada pemerintah, karena bantuan pemerintah sifatnya hanya stimulan.

“Mari kita rubah pola pikir kita, kita harus berpikir maju. Apa lagi dengan SDA yang berlimpah ruah di negeri kita ini, saya yakin dengan kreativitas dan inovasi, kita akan mampu bersaing dengan daerah-daerah maju lainnya,” tandasnya. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *