/
/
headlineLebong

Tidak Selesai di Era Rosjonsyah, Sengketa Tabat Bergulir ke Tangan Kopli

146
×

Tidak Selesai di Era Rosjonsyah, Sengketa Tabat Bergulir ke Tangan Kopli

Sebarkan artikel ini
TABAT LEBONG - BENGKULU UTARA

GO BENGKULU, LEBONG – Polemik tapal batas (Tabat) antara Kabupaten Lebong dengan Kabupaten Bengkulu Utara hingga saat ini tak kunjung selesai. Bersengketa sejak zaman kepemimpinan Rosjonsyah hingga berganti kepemimpinan ke tangan Kopli Ansori, polemik tapal batas kedua kabupaten tetangga tersebut masih terus bergulir. Kendati tidak pernah tercetus dalam janji politiknya di saat kampanye dulu, Kopli Ansori, yang baru saja setahun memimpin Kabupaten Lebong itu rupanya tak ingin tinggal diam.

Dibincangi awak gobengkulu.com Rabu (6/4/2022) siang, bupati termuda se-Provinsi Bengkulu ini, mengaku, dirinya telah melakukan berbagai upaya untuk mencari solusi terkait sengketa tapal batas antara Kabupaten Lebong dengan Bengkulu Utara yang tak kunjung usai itu. Mulai dari menyurati Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk minta difasilitasi hingga menjalin komunikasi dengan pihak Kemendagri.

“Hasil komunikasi kita selama ini, besok Kamis (7/4/2022), kita diundang oleh Pemprov untuk dipertemukan dengan Pemkab Bengkulu Utara,” sampai bupati.

Kopli berharap, Bupati Bengkulu Utara dapat hadir langsung agar bisa sama-sama menyampaikan argumen penguatan terkait letak tapal batas versi masing-masing.

“Saya minta kepada Bupati Bengkulu Utara, saudara Mi’an agar bisa hadir dalam undangan Pemprov besok. Besok kita ketemu, kita adu argumen, kita adu data, kita boleh saling mempertahankan pendapat tapi harus punya dasar,” cetusnya. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *