/
/
headlinehukum-peristiwakepahiangpendidikan

Setahun Dibangun RKB SDN 06 Seberang Musi Ambruk

270
×

Setahun Dibangun RKB SDN 06 Seberang Musi Ambruk

Sebarkan artikel ini
gedung sekolah ambruk

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Tim dari Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepahiang, tinjau lokasi bangunan SDN 6 Seberang Musi, yang ambruk tahun 2020 lalu. Menurut laporan dari pihak sekolah bangunan yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2019 itu ambruk disebabkan oleh bencana alam berupa gempa dan hujan lebat sehingga kontur tanah bergerak.

Salah satu tim dari BPBD yang turun hari itu, Reza Pahlevi, mengatakan, pihaknya sudah 2 kali menerima surat dari SDN 6 Seberang Musi terkait gedung sekolahnya yang ambruk itu. Surat pertama, kata Reza, mereka (Pihak Sekolah, red) meminta BPBD untuk melakukan perbaikan bangunan sekolahnya yang ambruk itu karena menurut pihak sekolah ambruknya gedung tersebut disebabkan oleh bencana alam.

“Kalau masalah perbaikan gedung sekolah itu bukan kewenangan kami tapi seharusnya mereka lapor ke Dinas Pendidikan,” kata Reza, Kamis (24/3/2022).

gedung sekolah ambruk

Lanjut Reza, karena pihaknya tidak ada kewenangan untuk melakukan perbaikan gedung sekolah, pihak dari SDN 06 Seberang Musi kembali menyurati BPBD agar menetapkan status ambruknya bangunan gedung tersebut karena bencana alam.

“Untuk menetapkan itu bencana atau bukan kami harus tinjau dulu, kejadiannya seperti apa dan kapan. Makannya hari ini kita turun, nanti hasilnya akan kita laporkan ke pimpinan,” ujar Reza.

Sementara itu, Kepala SDN 06 Seberang Musi, Yusuf, menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Kepahiang, tapi belum ada solusi.

“Kita sudah lapor ke Dinas Pendidikan tapi tidak ada solusi, mereka hanya menyarankan agar bangunan itu dikosongkan untuk sementara,” tutur Kepsek.

Kata Kepsek, bangunan yang roboh itu adalah RKB (Ruang Kelas Baru) yang dibangun oleh Dinas Pendidikan Kepahiang tahun 2019 lalu, bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2019. Pasca dibangun, bangunan tersebut pernah digunakan untuk ruang belajar kelas V, tapi baru setahun digunakan bangunan sudah ambruk.

“Baru setahun kita pakai, kalo dari pihak Dikbud mengatakan ini disebabkan faktor bencana makanya kita lapor ke BPBD,” imbuh Kepsek. (OJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *