/
/
headlineLebong

Kontraktor Langganan, Pekerjaan Belum Selesai Diklaim 100 Persen

202
×

Kontraktor Langganan, Pekerjaan Belum Selesai Diklaim 100 Persen

Sebarkan artikel ini
SPAM RIMBO PENGADANG

GO BENGKULU, LEBONG – Patut dicurigai terjadi kongkalikong dalam pemilihan rekanan di Kabupaten Lebong. Pantauan awak gobengkulu.com, beberapa tahun terakhir terdapat 1 (Satu) nama perusahaan yang diduga kuat menjadi rekanan langganan di Dinas PUPR-Hub Lebong. Yakni, CV MEYSA JAYA MAKMUR SENTOSA asal Kota Bengkulu. CV yang bergerak di bidang konstruksi ini terdeteksi mempunyai 2 nama dengan NPWP yang sama, yakni, CV MEYSA JAYA MAKMUR SENTOSA dan CV MEYSA KONSTRUKSI.

Data terhimpun, dalam 3 tahun terakhir CV asal Kota Bengkulu ini berhasil memenangkan 5 tender pekerjaan jaringan perpipaan milik Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong. Pertama pada tahun 2019, CV MEYSA KONSTRUKSI memenangkan tender proyek pengembangan jaringan perpipaan SPAM Terbangun Desa Semelako Atas dan Semelako I Kecamatan Lebong Tengah, dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,1 miliar. Di tahun yang sama, CV MEYSA KONSTRUKSI juga memenangkan tender Pengembangan Jaringan Perpipaan SPAM Terbangun di Desa Ketenong I dan Desa Ketenong Dua Kecamatan Pinang Belapis, dengan nilai kontrak sekitar Rp 700 juta.

Setelah berhasil mengerjakan 2 paket pekerjaan tersebut, di tahun 2020 CV MEYSA KONSTRUKSI kembali memenangkan tender Pengembangan Jaringan Perpipaan Desa Pagar Agung Kecamatan Lebong Tengah, dengan nilai kontrak sekitar Rp 494 juta. Di tahun yang Sama juga CV MEYSA KONSTRUKSI kembali memenangkan tender Pengembangan Jaringan Perpipaan Desa Pungguk Pedaro Kecamatan Bingin Kuning, dengan nilai kontrak sekitar Rp 570 juta.

Tidak berhenti sampai di situ, di tahun 2021 CV MEYSA KONSTRUKSI terdeteksi berubah nama menjadi CV MEYSA JAYA MAKMUR SENTOSA dan kembali memenangkan tender proyek perpipaan di Kabupaten Lebong, yakni, Pembangunan SPAM Jaringan Perpipaan (IPA) di Kelurahan Rimbo Pengadang dengan nilai kontrak sekitar Rp 4,6 miliar. Pengerjaan proyek senilai Rp 4,6 miliar ini ditenggat paling lambat tanggal 29 Desember 2021. Tapi sayang, hingga tenggat waktu berakhir CV MEYSA JAYA MAKMUR SENTOSA belum bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut sepenuhnya.

Ironisnya, kendati pekerjaan belum selesai sepenuhnya pihak Dinas PUPR nekat mengklaim pekerjaan tersebut selesai 100 persen sehingga kontraktor langganannya ini berhasil mengibuli Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong untuk melakukan pencairan di penghujung tahun 2021 lalu.
Setelah berhasil melakukan pencairan, secara diam-diam pihak rekanan kembali melanjutkan pekerjaan tersebut tanpa adanya kontrak perpanjangan waktu (Addendum, red).

Dikonfirmasi awak gobengkulu.com, Kepala Dinas PUPR-Hub Lebong, Joni Prawinata, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Mast Irwan Nugroho, menepis jika disebut pekerjaan tersebut tidak selesai tepat waktu. Dia berkilah, puluhan pekerja yang masih beraktivitas di lokasi proyek SPAM Rimbo Pengadang setelah kontrak berakhir itu dalam rangka perawatan. Dia mengaku pihak rekanan kembali bekerja di lokasi proyek tersebut atas perintah darinya.

“Untuk SPAM Rimbo tuh Alhamdulillah sudah selesai. Saya memang pernah menyurati pihak kontraktor agar kembali cek lokasi untuk perawatan awal, yang rekan-rekan lihat di lokasi itu mereka sedang melakukan perawatan,” kilahnya.

Setelah 2 bulan kontrak kerja berakhir, konstruksi bak air (Intake) dan jaringan perpipaan yang dikerjakan oleh CV MEYSA JAYA MAKMUR SENTOSA ini belum diuji ketahanannya. Pantauan di lapangan, pada Jumat (4/3/2022) lalu, Dinas PUPR berencana akan melakukan pengujian hasil pekerjaan tersebut, tapi dengan alasan tertentu pengujian yang dilakukan hari itu tidak maksimal.

“Kita bermain dengan air yang pastinya ada tekanan. Prosedurnya memang begitu, kita buka sedikit demi sedikit untuk melihat ada kebocoran atau tidak, jika dibuka langsung besar takutnya ada permasalahan pipanya malah meledak,” jelas Mast Irwan.
Dia juga menjelaskan, pipa yang baru dibangun itu akan dikoneksikan dengan pipa lama milik PDAM sehingga pihaknya pun harus memastikan pipa milik PDAM dalam keadaan baik.

“Dari hasil pengecekan kita tadi bisa pastikan pipa yang baru kita pasang tidak ada yang bocor, selanjutnya kita akan koneksikan dengan pipa lama milik PDAM,” tandasnya. (FR)

Baca juga:

Proyek Molor, Rekanan Tak Didenda

Rp 4,6 Miliar Ludes, Proyek SPAM Rimbo Pengadang Tampak Amburadul

SPAM RIMBO PENGADANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *