/
/
headlinekepahiang

Lanjutkan Pembangunan, Pemkab Kepahiang Ngutang ke Bank Bengkulu

151
×

Lanjutkan Pembangunan, Pemkab Kepahiang Ngutang ke Bank Bengkulu

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas PUPR Kepahiang
Kepala Dinas PUPR Kepahiang, Rudi Silaloho, ST

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Setelah gagal menjalin kerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang berencana menjalin kerjasama dengan Bank Bengkulu, dalam hal pinjaman dana. Kabarnya Pemkab Kepahiang berencana meminjam dana sekitar Rp 75 miliar kepada Bank Bengkulu, yang rencananya akan dipergunakan untuk meneruskan pembangunan infrastruktur jalan yang sempat terbengkalai akibat gagal kerjasama dengan PT SMI tahun lalu itu.

Hal tersebut diiyakan oleh Kepala Dinas PUPR Kepahiang, Rudi Silaloho, ST, saat dibincangi awak gobengkulu.com, Rabu (2/2/2022). Rudi menuturkan, Pemkab Kepahiang mengajukan pinjaman senilai Rp 75 miliar kepada Bank Bengkulu dan usulan itu diakuinya telah disetujui oleh pihak Bank Bengkulu dan juga telah direstui oleh legislatif. Namun, untuk menggunakan pinjaman dari pihak luar, tentunya harus mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. Rudi mengaku pihaknya telah menyampaikan KAK (Kerangka Acuan Kerja) terkait rencana penggunaan dana pinjaman yang sedang diusulkan itu kepada 2 Kementerian dimaksud dan saat ini masih menunggu persetujuan.

“Kita masih menunggu persetujuan dari 2 Kementerian itu, jika disetujui, maka uang Rp 75 miliar itu akan digunakan oleh Dinas PUPR dan Dinas Pariwisata. Kita Rp 65 miliar, sedangkan Dinas Pariwisata rencananya Rp 10 miliar,” papar Rudi.

Lanjut Rudi, terkhusus untuk PUPR, uang tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan 3 link jalan yang sempat terbengkalai dampak kerjasama dengan PT SMI yang tidak berjalan mulus tahun lalu. Selanjutnya, juga akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya, seperti, drainase dan jalan.

Bukan itu saja, Rudi juga mengakui 30 persen dari dana pinjaman itu nanti akan digunakan untuk mengakomodir Pokir (Pokok Pikiran) Dewan, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

“Untuk meneruskan pekerjaan jalan yang belum tuntas tahun lalu, dan juga 30 persennya untuk mengakomodir Pokir Dewan di Dapil masing-masing,” jelas Rudi. (OJ)

Baca juga:

PT SMI Dinilai Bertele-tele, Pemkab Kepahiang Berencana Putuskan Kerjasama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *