/
/
headlineLebong

Dam Sabo Belum juga Dibangun, Petani Terancam Gagal Panen Lagi

108
×

Dam Sabo Belum juga Dibangun, Petani Terancam Gagal Panen Lagi

Sebarkan artikel ini
AIR KOTOK

GO BENGKULU, LEBONG – Petani sawah di Desa Bungin, Kecamatan Bingin Kuning, yang terletak di sekitar lokasi yang sering disebut Sabo, kembali terancam panen. Pasalnya, Sungai Air Kotok yang terdapat di lokasi tersebut belakangan ini kabarnya sering meluap dan nyaris masuk ke persawahan warga. Meluapnya Air Kotok ini bukan kali pertama, tapi sudah berulang kali dan hampir terjadi setiap turun hujan lebat.

Tidak jarang petani setempat mengalami gagal panen akibat luapan air yang mengandung zat belerang itu. salah satu rencana yang sering dijanjikan pemerintah adalah akan membangun dam (Bendungan, red) untuk penahan air di saat debit air naik. Tapi sayang, janji manis itu hingga saat ini tak kunjung terwujud.

Seperti diungkapkan oleh Kepala Desa Bungin, Yuswan Edi, selama dirinya menjabat sebagai Kades, seingat dia sudah hampir 4 kali sawah warganya terendam banjir dan gagal panen. Menariknya, dia menyebut, setiap terjadi bencana pasti ada dari unsur pemerintah yang datang dan selalu menjanjikan akan membangun dam untuk penahan air agar di saat hujan lebat air tidak masuk ke sawah warga. Tapi sayang, janji hanya tinggal janji, hingga hari ini diakuinya janji manis itu belum juga terealisasi.

“Janji (Bangun Dam, red) sudah sering, tinjau lokasi juga sering, tapi bukti belum ada,” kata Kades, Senin (24/1/2022).

Dia mengaku khawatirkan jika tidak segera diambil tindakan puluhan hektar sawah petani di sepanjang alur sungai Air kotok tersebut akan gagal panen, apalagi di saat musim hujan seperti saat ini.

“Dua hari yang lalu air naik lagi dan hampir masuk ke sawah warga, jika hujan lebat lagi bisa dipastikan air kembali akan merendam padi petani yang sudah mulai menghijau itu,” cerita Kades.

Dia pun sudah beberapa kali menyampaikan keluhan masyarakat itu ke pemerintah daerah tapi dia mengaku hanya pulang dengan membawa janji.

“Saya minta pemerintah segera menanggapi keluhan masyarakat atas musibah yang berulang ini, semoga ke depan yang didapat bukan hanya janji tapi bukti,” tandas kades. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *