/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Final LCL Berakhir Baku Hantam

251
×

Final LCL Berakhir Baku Hantam

Sebarkan artikel ini
FINAL LCL RICUH

GO BENGKULU, LEBONG – Pemandangan kurang mengenakkan dan tak patut ditiru terjadi di lapangan hijau Gedung Olahraga (GOR) terpusat Lebong Selatan, Kamis (20/1/2022) sore. Di lapangan hijau milik Pemkab Lebong itu terjadi kericuhan antara kesebelasan Bintang FC vs Bermani Jank FC pada laga final Lebong Champions League (LCL) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kabupaten (ASKAB) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Lebong.

Semula permainan berlangsung sportif dan tampak para pemain saling unjuk skill merebut bola untuk menembus gawang lawan. Di luar dugaan, pada menit pertama, kesebelasan Bermani FC harus merelakan 1 gol untuk Bintang FC dari bola serangan yang dieksekusi oleh Itong pemain bernomor punggung 10.

Setelah kebobolan 1 gol, kesebelasan Bermani Jank FC berusaha membangun serangan untuk membalas gol prematur yang dicetak oleh pemain Bintang FC. Tapi sayang, bukannya membalas, Bermani Jank FC malah kebobolan 1 gol tambahan dari pemain yang sama, yakni Itong, sehingga membuat skor menjadi 2-0.

Pertandingan semakin sengit, kedua kesebelasan saling serang dan akhirnya pemain Bermani Jank FC berhasil menjebol gawang Bintang FC sehingga skor berubah menjadi 2-1.

Masih di babak pertama, dengan skill dewanya Itong kembali menyumbang gol untuk Bintang FC sehingga skor menjadi 3-1. Dengan posisi skor selisih 2 gol, permainan mulai memanas. Pelanggaran demi pelanggaran terjadi, wasit pun berkali-kali meniup peluit tanda pelanggaran dan beberapa kali mengeluarkan kartu kuning bahkan ada yang harus terusir dari lapangan akibat kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit.

Suasana semakin memanas hingga akhirnya kericuhan pun tak terelakkan. Salah satu pemain Bintang FC terpaksa dilarikan ke Puskesmas karena mengalami luka robek di bagian kepala akibat aksi koboi antar pemain. Lapangan bak lautan manusia, ratusan suporter turun ke lapangan dan saling serang. Para panitia dan petugas keamanan berusaha meredam keributan dan akhirnya permainan diskors.

Setelah dimediasi sekitar 1 jam, akhirnya panitia memutuskan untuk melanjut permainan. Permainan lanjutan sisa waktu babak pertama masih berjalan kondusif hingga istirahat minum. Setelahnya, permainan dilanjut ke babak ke-2. Di babak ke-2 ini permainan mulai tampak kurang sehat. Di sekitar menit ke-30 pelanggaran demi pelanggaran kembali terjadi hingga akhirnya kericuhan kembali meledak.

Terpantau di lapangan, kericuhan kedua kalinya ini lebih parah dari kericuhan sebelumnya. Para pemain dan suporter membabi buta dan saling serang cari lawan. Bahkan beberapa penonton menjadi korban lemparan botol air mineral. Polisi yang berada di lokasi berusaha melerai bahkan beberapa kali melepas tembakan peringatan ke udara. Setelah bekerja keras dibantu beberapa orang Babinsa, akhirnya kerusuhan bisa dilerai. Para suporter berangsur bubar kemudian meninggalkan lapangan.

Kapolsek Lebong Selatan, Iptu Suroso, SH, melalui Kanitres Ipda Amirudin, mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, yang memicu keributan itu terjadi adalah masih rendahnya sportivitas pemain ditambah provokasi para suporter dari luar lapangan.

“Kami sempat kewalahan melerai keributan karena jumlah massa yang begitu banyak,” kata Amir.

Atas kejadian itu beliau mengimbau kepada para pemain maupun suporter untuk menahan diri dan tidak memperpanjang masalah. Jika masih berlanjut di luar dia pastikan akan membawanya ke ranah hukum.

“Saya minta kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak memperpanjang masalah, dan saya minta kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, ingat kita adalah saudara,” tuturnya. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *