Diduga Terjadi Pemufakatan Jahat, Proyek Belum Selesai Diklaim 100 Persen

0
1228
Kadis PUPR

GO BENGKULU, LEBONG – Sepertinya pintu masuk aparat penegak hukum (APH) kian terbuka lebar untuk melakukan penyelidikan terhadap pekerjaan fisik milik Dinas PUPR-Hub Lebong, yang dikerjakan oleh CV TEKNIK KUALIVA ENGINEERING berupa pelebaran badan jalan yang tersebar di 9 link. Bagaimana tidak, proyek senilai Rp 11,3 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebong tahun 2021 itu tampak amburadul dan diduga cacat mutu bahkan belum tuntas hingga tenggat waktu yang ditentukan, yakni, 22 Desember lalu.

Ironisnya, pekerjaan yang belum tuntas itu diklaim selesai 100 persen oleh pihak rekanan dan sudah dilaporkan ke Bidang Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong, bahkan, kabarnya sudah dilakukan pembayaran. Sementara tampak jelas pekerjaan di lapangan masih ada yang belum tuntas, seperti lantai drainase yang belum dikerjakan hingga dinding yang masih tampak amburadul dan masih ada beberapa titik yang tampak retak-retak.

Plt. Kepala Dinas PUPR-Hub Lebong, Joni Prawinata, saat dikonfirmasi tidak menampik bahwa proyek tersebut selesai 100 persen dan sudah dilakukan pembayaran. Terkait masih ada item pekerjaan yang belum tuntas, Joni berkilah pihaknya ada pengawas di lapangan yang memantau pekerjaan tersebut. Tentunya, pengawas punya penilaian dan alasan tersendiri kenapa proyek tersebut bisa diterima selesai 100 persen sesuai dengan laporan dari pihak rekanan.

“Kita punya pengawas di lapangan dan tentunya sudah dilakukan opname bersama pihak rekanan dan itulah hasil yang dilaporkan,” kilah Joni, saat dibincangi di ruang kerjanya, Senin (10/1/2022).

Berbicara potensi kerugian negara atas pekerjaan yang dianggap amburadul dan belum tuntas, Joni menyebut itu ranahnya BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) untuk menentukan.

“Kita kan ada BPK, biarlah BPK yang memeriksa. Jika ditemukan ada kerugian negara tentu pihak rekanan wajib mengembalikan,” ujarnya.

Ditanyai terkait kualitas pekerjaan, Joni menyebut pihak rekanan telah mengerjakan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi kontrak. Untuk kualitas sendiri, Joni berkilah tidak lepas dari pengaruh kontur tanah di lokasi tersebut. Menurutnya, dengan nilai anggaran yang ada pihaknya hanya mampu mengerjakan demikian (Keadaan sekarang ini, red). Jika menginginkan lebih (Kualitas, red), menurutnya anggarannya pun harus ditambah.

“Kalau masalah kualitas tentu tidak lepas dari pengaruh kontur tanah di lokasi tersebut, jika menginginkan kualitas yang lebih baik tentu anggarannya pun harus ditambah,” tandasnya. (FR)

Baca juga:

Proyek PUPR Jadi PR APH

Belum 1 Bulan, Drainase PUPR Lebong Ambruk

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here