/
/
headlineLebong

Evaluasi Serapan Anggaran, Pemkab Lebong Gelar Rapim TEPRA

77
×

Evaluasi Serapan Anggaran, Pemkab Lebong Gelar Rapim TEPRA

Sebarkan artikel ini
TEPRA

GO BENGKULU, LEBONG – Mengakhiri tahun anggaran 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong melaksanakan rapat pimpinan (Rapim) Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) semester II, Kamis (30/12/2021). Rapat yang digelar di aula Bappeda Lebong itu guna mengevaluasi realisasi serapan anggaran di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemkab Lebong.

Seperti disampaikan oleh Kabag Administrasi Pembangunan Setda Lebong Deri Gustian saat dibincangi awak media seusai menggelar rapat, tujuan dilaksanakan Rapim Tepra itu untuk melakukan evaluasi dan merumuskan arah tindak lanjut untuk percepatan pelaksanaan kegiatan pembangunan dan serapan anggaran OPD sampai akhir tahun 2021. Diakuinya, per tanggal 20 Desember 2021, serapan seluruh OPD baru mencapai 85,33 persen atau mengalami Deviasi sebesar 14,67 persen.

“Per tanggal 20 Desember lalu masih di angka 85,33 persen, tapi saya yakin hingga 31 Desember ini nanti akan meningkat,” ujar Deri.

Deri menambahkan, hingga tanggal 20 Desember lalu, memang masih ada OPD yang serapannya tercatat masih rendah, namun, dia berkeyakinan hingga tutup buku tahun 2021 nanti angkanya akan meningkat.

“Untuk angka Deviasi 14,67 persen itu per 20 Desember lalu, kalau sekarang angka Deviasi sudah jauh lebih kecil, karena sejumlah OPD sudah banyak melakukan pencairan dengan begitu serapan anggaran juga semakin meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, bupati Lebong, Kopli Ansori, mengatakan, dari pantauan realisasi serapan anggaran memang masih ada OPD yang serapannya belum maksimal. Untuk itu, dia kembali menegaskan kepada seluruh OPD agar dapat meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan serapan anggaran agar semua kegiatan yang sudah direncanakan bisa terealisasi.

“Masih ada waktu, saya minta optimalkan lagi dan saya minta hingga tutup buku tahun ini serapan bisa naik,” ucap Bupati.

Terkait masih ada OPD yang serapannya masih rendah dan mendapat raport merah, bupati mengaku tidak peduli dengan warna, mau merah, kuning atau pun hijau, yang terpenting baginya bagaimana merealisasikan kegiatan dan hasilnya bisa maksimal.

“Saya tidak peduli dengan warna, yang terpenting bagaimana cara merealisasikan kegiatan dan hasilnya bisa maksimal,” tegasnya. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *