/
/
headlineLebong

DBH Dihutang Lagi, Bupati Kopli Berang

146
×

DBH Dihutang Lagi, Bupati Kopli Berang

Sebarkan artikel ini
dbh dihutang lagi, bupati kopli berang
Bupati Lebong, Kopli Ansori

GO BENGKULU, LEBONG – Lagi-lagi, DBH (Dana Bagi Hasil) Kabupaten Lebong dihutang Pemerintah Provinsi (Pemprov). Keterlambatan penyaluran oleh pemprov ini bukan kali pertama tapi sudah hampir 3 tahun terakhir selalu terulang hal yang sama (DBH Dihutang, red). Dampaknya, APBD Kabupaten Lebong terganggu dan terancam defisit.

Belum diketahui pasti apa sebab DBH yang semestinya disalurkan oleh pihak Provinsi per triwulan ini selalu tersendat setiap tahunnya. Bahkan beberapa kali dikonfirmasi tapi belum menuai jawaban.

Kebiasaan buruk yang kerap dilakukan oleh Pemprov ini menuai kecaman keras dari Bupati Lebong, Kopli Ansori. Bupati yang baru 1 tahun menjabat ini menilai Pemprov terkesan “egois”. Bagaimana tidak, DBH yang seharusnya menjadi hak Kabupaten itu disinyalir digunakan untuk kebutuhan Pemprov tanpa konfirmasi.

“Jangan makan hak orang lah, kalau mau pinjam ngomong, dan itu juga harus berpedoman pada regulasi karena ini uang rakyat,” cetus bupati, Kamis (30/12/2021).

Menurutnya, tidak ada alasan pihak provinsi menunda penyaluran DBH. Pasalnya, DBH merupakan pendapatan yang diterima oleh provinsi dari sektor pajak yang ada di Kabupaten Lebong dan uangnya langsung diterima (Pemprov, red). Yang jadi pertanyaan, kata bupati, uang tersebut dikemanakan?

“Uangnya kan ada dan langsung diterima oleh Pemprov, lantas uangnya kemana,” ungkapnya lagi dengan nada kesal.

Dia meminta, pihak provinsi lebih transparan dalam hal hitungan besaran maupun sistem penyaluran DBH. Kata bupati, ibaratkan rumah tangga, provinsi adalah orang tua sementara Kabupaten adalah anaknya. Normalnya, tidak ada orang tua yang mau makan hak anaknya.

“Harimau binatang buas saja tidak makan anak, masa provinsi lebih kejam dari harimau,” celotehnya mengibaratkan.

Ditanya upaya apa yang akan dilakukan, bupati mengaku telah memerintahkan Bidang Pendapatan BKD Lebong untuk mempertanyakan ke Pemprov, jika tidak ada kejelasan bupati termuda di provinsi Bengkulu ini mengaku tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah lain.

“Saya sudah perintahkan Bidang Pendapatan untuk mempertanyakan, pokoknya harus segera diselesaikan,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum diketahui pasti berapa sisa DBH Kabupaten Lebong yang belum disalurkan oleh Pemerintah Provinsi. Data terhimpun, pada akhir bulan Juni lalu pihak provinsi pernah mentransfer uang ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Lebong senilai Rp 2,5 miliar. Kabarnya, uang tersebut untuk pembayaran DBH Kabupaten Lebong triwulan I. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *