/
/
headlineLebong

Terindikasi Gagal Perencanaan, Proyek PUPR Terancam Tidak Selesai

186
×

Terindikasi Gagal Perencanaan, Proyek PUPR Terancam Tidak Selesai

Sebarkan artikel ini
Sungai Gerong

GO BENGKULU, LEBONG – Salah satu proyek milik Dinas PUPR-Hub, yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebong tahun anggaran 2021 terancam tidak selesai dan gagal mutu. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh CV TEKNIK KUALIVA ENGINEERING ini hanya menyisakan waktu beberapa hari saja dari tenggat waktu yang ditentukan. Sesuai kontrak, pekerjaan yang dimulai 15 Juli lalu itu akan berakhir pada 21 Desember mendatang atau sekitar 13 hari ke depan.

Terpantau di lapangan, saat ini rekanan langganan Bina Marga ini masih berkutat dengan pekerjaan penyiraman aspal di link jalan Sungai Gerong – Selebar Jaya, itu pun baru beberapa bagian saja. Tambah lagi masih terdapat pekerjaan drainase di sisi kiri kanan jalan yang belum juga rampung. Bahkan bangunan drainase yang baru seumur jagung itu pun sudah beberapa mengalami perbaikan karena ambruk.

drainase sungai gerong..

Sementara itu, pihak CV TEKNIK KUALIVA ENGINEERING, Joni, saat dikonfirmasi terkait progres dan kesanggupan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tepat mutu, dia enggan berkomentar.

“Kemarin sudah konfirmasi, tetapi berita yang ditampilkan berbeda dengan yang dikonfirmasi. Jadi buat apa konfirmasi,” tulis Joni dalam pesan whatsapp, Senin (6/12/2021).

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR-Hub Lebong, Joni Prawinata, melalui Kasi Perencanaan selaku PPTK, Guntur, mengaku tetap optimis pekerjaan tersebut akan selesai tepat waktu. Hanya saja, dia tampak meragukan pekerjaan drainase yang hingga saat ini belum menunjukkan progres yang baik.

“Untuk tahap pengaspalan saya optimis selesai, tetapi kalau untuk drainase tinggal tergantung pihak rekanannya lagi, kalo memang mau cepat selesai mau tidak mau mereka harus menambah personil,” jelas Guntur.

Ditanyai jika sampai dengan tenggat waktu yang ditentukan pekerjaan belum juga selesai, Guntur berpendapat akan ada penambahan waktu. Pertambahan waktu itu pun menurut Guntur tergantung dari progres pekerjaan dan permohonan dari pihak rekanan.

“Jika tidak selesai tentunya akan ada perpanjangan waktu, tapi kita lihat dulu progres dan kesanggupan pihak rekanan seperti apa,” jelasnya. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *