/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Proyek PUPR Jadi PR APH

3078
×

Proyek PUPR Jadi PR APH

Sebarkan artikel ini
drainase sungai gerong..

GO BENGKULU, LEBONG – Proyek peningkatan jalan milik Dinas PUPR-Hub Lebong senilai Rp 11,3 miliar, tahun anggaran 2021 yang tersebar di Sembilan titik tampaknya akan menyisakan “PR” bagi Aparat Penegak Hukum (APH). Bagaimana tidak, proyek yang dikerjakan oleh CV TEKNIK KUALIVA ENGINEERING ini diduga gagal dalam perencanaan sehingga fisik yang dibangun tampak rapuh dan diragukan kualitasnya.

Salah satunya link jalan Sungai Gerong – Selebar Jaya, Kecamatan Amen. Di link tersebut terdapat pekerjaan pengerukan bahu jalan, penimbunan, pengerasan kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan dan terdapat pula pembangunan drainase di sisi kiri-kanan jalan.

Sayangnya, drainase yang fungsinya sebagai aliran pembuangan air hujan dan aliran irigasi masyarakat ini diduga dibangun asal-asalan dan cacat mutu. Drainase tersebut dibangun tanpa fondasi dan hanya menempel di dinding tanah. Akibatnya, bangunan drainase yang baru seumur jagung itu sudah beberapa kali ambruk dan tampak beberapa bagian sudah retak.

drainase sungai gerong..

Ironisnya, bangunan yang tak berfondasi itu diklaim oleh pihak kontraktor sudah sesuai dengan gambar dan perencanaan yang diminta oleh Dinas PUPR Lebong.

Seperti diakui oleh pihak CV TEKNIK KUALIVA ENGINEERING, Joni, pihaknya sudah mengerjakan pekerjaan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh Dinas PUPR yang dituangkan dalam kontrak, termasuk juga tidak adanya fondasi itu pun diakui Joni sesuai dengan gambar yang diminta oleh pihak Dinas PUPR.

“Kalo kami mengerjakan sesuai dengan gambar yang ada, karena di gambar tidak ada fondasi maka yang kami buat juga tidak pakai fondasi,” ujar Joni, Kamis (2/11) lalu.

Kalaupun pembangunan tersebut dianggap gagal, menurut Joni kegagalan tersebut berawal dari perencanaan yang salah, karena apa pun yang dikerjakan oleh pihaknya semuanya sudah sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh Dinas PUPR. Lebih dari itu, Joni juga tak menampik kegagalan juga disebabkan oleh faktor alam yang kurang bersahabat dan struktur tanah di lokasi tersebut yang begitu lembut dan selalu berair.

“Selain permasalahan tersebut, saya juga mengakui kesalahan ada pada pekerja kami di lapangan. Harap maklum, pekerja yang kita berdayakan memang kebanyakan dari tenaga lokal,” bebernya.

jalan sungai gerong

Pantauan di lokasi, Minggu (5/12) sore, proyek yang hanya menyisakan waktu sekitar 2 pekan ini, sudah masuk ke tahap pengaspalan. Sementara, di sisi lain drainase masih dalam keadaan rusak, bahkan dinding drainase yang ambruk beberapa waktu lalu masih di biarkan begitu saja. Bahkan lantai drainase kabarnya juga belum dikerjakan sementara air sudah mengalir sehingga tampak di kaki-kaki dinding drainase berlubang. (FR)

Belum 1 Bulan, Drainase PUPR Lebong Ambruk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *