Warga Semelako III Ditemukan Tewas di Pondok Kebun

0
3180
Penemuan mayat di Danau Liang

GO BENGKULU, LEBONG – Warga Desa Danau Liang, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, digemparkan dengan penemuan mayat di areal perkebunan di wilayah setempat, Sabtu (11/9/2021) siang. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu diketahui bernama Wendi (24), warga Desa Semelako III, Kecamatan Lebong Tengah, yang kesehariannya berprofesi sebagai petani.

Jasad Wendi pertama kali ditemukan oleh Rauya, yang merupakan ibu angkat dari korban. Siang itu Rauya bersama anak perempuannya pergi ke kebun di areal perkebunan Danau Jiwa, Desa Danau Liang. Setibanya di pondok, sekira pukul 13.00 WIB, Rauya mendapati korban dalam keadaan telungkup di bawah tangga pondoknya. Melihat kondisi demikian itu, Rauya mencoba membalikkan badan korban untuk memastikan kondisinya dan benar saja korban didapati sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Mengetahui korban sudah tidak bernyawa, Rauya seketika panik dan langsung memberitahu kepada warga lainnya.

Mendapati informasi tersebut, personil Polsek Lebong Tengah langsung turun ke lokasi dan langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Semelako untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan oleh perawat di puskesmas tersebut, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, kondisi badan korban sudah kaku dan belum ada pembusukan.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum dan memilih untuk mengurus prosesi pemakaman,” ucap Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, S.Sos., MH, saat dikonfirmasi, Minggu (12/09/2021).

Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Sudarno, sebelumnya pada tanggal 15 Agustus lalu, korban bersama ibu dan bapak angkatnya (Rauya dan Ujang, red), pergi ke kebun di wilayah Danu Jiwa, di Desa Danau Liang. Setelah beberapa hari bermalam di kebun, Ujang bersama Rauya pulang (Desa, red), untuk menghadiri hajatan di desanya.

Selanjutnya, pada 10 September, Bowo, yang merupakan saudara angkat dari korban (Anak kandung ibu Rauya, red) pergi ke kebun untuk melihat kebun dan menemui korban. Pada hari itu Bowo melihat korban masih dalam keadaan sehat dan tidak ada keluhan apa pun. Lalu sore harinya Bowo kembali lagi ke rumah (Desa, red), sementara korban masih tinggal di kebun.

“Barulah keesokan harinya, Sabtu (11/9/2021) siang, Rauya bersama anak perempuannya mendapati korban dalam keadaan telungkup di bawah tangga pondok di kebunnya dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” terang Sudarno. (YF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here