/
/
headlineLebong

Kuras Anggaran Ratusan Juta, Perahu Naga Lebong “Belum Basah”

772
×

Kuras Anggaran Ratusan Juta, Perahu Naga Lebong “Belum Basah”

Sebarkan artikel ini
perahu naga
Kondisi perahu naga tampak seperti tidak terawat

GO BENGKULU, LEBONG – Masih ingat perahu naga yang dibeli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong tahun 2017 lalu? Sejatinya perahu tersebut dibeli sebagai sarana penunjang pariwisata di Kabupaten Lebong untuk menarik minat kunjung para wisatawan.

Tapi herannya, sejak dibeli 4 tahun silam dengan menguras anggaran sekitar Rp 629 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebong tahun 2017 lalu, perahu bernilai ratusan juta tersebut belum sekalipun terjun ke danau (Dipakai, red). Bahkan kabarnya kepala dan ekor perahu (Naga, red) saat ini tidak jelas keberadaannya dimana. Sementara badan perahu sebanyak 7 unit terpantau berada di mushola rumah dinas (Rumdin) Bupati Lebong dalam keadaan tidak terawat.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong, Ir. Edi Ramlan, M.Si, saat dikonfirmasi Senin (30/8/2021) siang, beliau mengaku tidak tahu banyak tentang perahu tersebut. Dia berdalih, pada waktu pengadaan dulu (2017, red), dia belum menjabat sebagai Kepala Disparpora. Namun demikian, dia pun tak menampik, seingat dia memang perahu tersebut belum pernah dipakai.

“Seingat saya memang belum pernah dipakai, tapi saya tidak tahu pasti, karena waktu itu bukan saya kepala dinasnya,” ujar pria yang akrab disapa Mang Edi ini.

Kenapa tidak pernah digunakan, menurutnya hanya permasalahan waktu saja, mungkin belum ketemu momen yang pas untuk diturunkan. Diakuinya, pada tahun 2020 lalu dia pernah berencana menggelar event Lebong Dragon Boat Festival menggunakan perahu naga tersebut. Hanya saja, rencananya itu pupus lantaran terkendala Covid-19 yang mengharuskan semua event yang sudah diagendakannya batal terlaksana.

“Sebenarnya kami pernah berencana untuk menggunakan perahu tersebut di event Lebong Dragon Boat Festival yang kami rencanakan Oktober tahun lalu, tapi batal karena Covid-19,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada yang salah Pemkab Lebong membeli perahu tersebut, karena memang Kabupaten Lebong butuh sesuatu yang unik untuk menarik minat kunjung para wisatawan.

“Kita sadari, Kabupaten Lebong bukanlah daerah perlintasan, oleh sebab itu kita harus berjuang keras bagaimana caranya menjadikan Lebong sebagai kota tujuan, salah satunya ya dengan mengadakan event-event,” tandasnya. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *