/
/
Lebongpotret-desa

Tim Monev Cek Realisasi Serapan Anggaran DD ADD Tahap I Desa Kutai Donok

88
×

Tim Monev Cek Realisasi Serapan Anggaran DD ADD Tahap I Desa Kutai Donok

Sebarkan artikel ini
MONEV KUTAI DONOK

GO BENGKULU, LEBONG – Tim dari Kecamatan Lebong Selatan melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) realisasi penyerapan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahap satu tahun anggaran 2021, Desa Kutai Donok, Selasa (3/8/2021).

Berdasarkan laporan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Kutai Donok, 40 persen dari anggaran ADD desanya adalah Rp 171.207.000,- sedangkan DD senilai Rp 466.581,-. Anggaran ADD diakui kades sudah terealisasi 100 persen yang digunakan untuk pembayaran Siltap (Penghasilan Tetap) kades, perangkat desa, operasional pemerintah desa, tunjangan BPD, tunjangan operasional BPD, sarana dan prasarana pemerintah desa, insentif linmas, perangkat agama, dan perangkat adat.

“Untuk ADD tahap satu sudah terserap 100 persen,” ungkap Pjs Kades Kutai Donok, Syaifudin.

Sementara untuk anggaran DD, Saifudin mengaku  sudah direalisasikan 100 persen. Di antaranya, untuk penanggulangan bencana mendesak, yaitu, penyaluran BLT DD kepada 50 KPM untuk 2 bulan senilai Rp 30 juta. Kemudian dana 8 persen dari DD atau senilai Rp 75 juta digunakan untuk dana melawan Covid-19 dan PPKM. Selanjutnya ada juga yang digunakan untuk dana pendataan SDGs Desa senilai Rp 30,5 juta. Terakhir, Syaifudin mengaku dana DD desanya direalisasikan untuk kegiatan pembangunan desa yaitu pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 10 unit untuk warganya dengan total anggaran senilai Rp 250 juta.

Tim Monev Cek Realisasi Serapan Anggaran DD ADD Tahap I Kutai Donok

Dari berbagai kegiatan tersebut Syaifudin mengaku serapan anggaran sudah 100 persen. Hanya saja, untuk kegiatan pembangunan rumah tidak layak huni dia mengaku baru berjalan sekitar 60 persen, itu pun disebabkan warga penerima belum siap untuk biaya upah tukang. Karena anggaran untuk bedah rumah sifatnya hanya stimulan dan yang disalurkan hanya berbentuk material bangunan senilai Rp 25 juta per unit, untuk upah tukang dikembalikan kepada warga penerima.

“Kalu anggaran sudah terserap 100 persen, tapi ada salah kegiatan yang baru berjalan sekitar 60 persen, yakni pembangunan rumah tidak layak huni dan saat ini masih berjalan,” jelas Syaifudin.

Dari laporan pihak desa tersebut, tim monev dari kecamatan melakukan pengecekan atas realisasi dari laporan tersebut. Hasil pengecekan didapati realisasi di lapangan tidak jauh beda dari laporan realisasi pihak desa. Tim monev menyarankan kepada TPK dan kades agar menyiapkan berita acara surat tanda terima bahan material kepada penerima bantuan bedah rumah. Kemudian, tim monev juga menyarankan agar pihak desa memperhatikan konstruksi bangunan bahaya ancaman gempa dan area rawan bencana longsor.

“Dari pengecekan kita di lapangan tadi realisasinya hampir sama dengan yang dilaporkan ke kita, hanya ada sedikit catatan untuk diperhatikan ke depannya,” ungkap Hanibal selaku ketua tim Monev dari kecamatan.

Tampak hadir dalam kegiatan monev yang digelar di Desa Kutai Donok hari ini, tim Monev dari Kecamatan Lebong Selatan, Bhabinkamtibmas, Danramil, Babinsa, TA, PD, Perangkat Desa dan BPD. (Adv/Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *