/
/
advetorialLebongpotret-desa

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemdes Ajai Siang Bangun Lapen

137
×

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemdes Ajai Siang Bangun Lapen

Sebarkan artikel ini
Kades Ajai Siang
Kades Ajai Siang, Dodi Heryanto

GO BENGKULU, LEBONG – Pemerintah Desa Ajai Siang, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, menggelar monitoring dan evaluasi (Monev), atas pekerjaan pembangunan jalan lapisan penetrasi (Lapen), yang dibangun menuju areal perkebunan warga, Selasa (27/7). Bangunan sepanjang 500 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 12 cm itu dibangun dari sumber anggaran Dana Desa tahun 2021, dengan nilai sekitar Rp 400 juta. Dalam kegiatan monev yang digelar di Desa Ajai Siang tersebut, tampak tim dari Kecamatan bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas dan pendamping desa menelusuri sepanjang jalan yang baru saja usai dibangun. Dari pengecekan tim Monev di lapangan, hasil pekerjaan dinilai layak dan pekerjaan yang bersumber dari DD tahap I selesai.

Ajai Siang

Kepala Desa Ajai Siang, Dodi Heryanto, saat dibincangi awak gobengkulu.com, menyampaikan rasa syukurnya atas progres pekerjaan yang menurutnya telah berjalan lancar dan selesai tepat waktu seperti perencanaan tanpa ada kendala apa pun. Dia menyebut, selesainya pembangunan tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat dan semua unsur yang terlibat.

“Alhamdulillah untuk pekerjaan yang sumber dari DD tahap I telah selesai, untuk selanjutnya kita akan lanjutkan di DD tahap II nanti,” kata Kades.

Kades juga menceritakan, pembangunan jalan tersebut memang sudah menjadi skala prioritas. Karena sebelumnya para petani harus mengeluarkan biaya mahal untuk mengeluarkan hasil pertaniannya, karena jaraknya memang jauh dan medan yang sulit.  Dengan adanya jalan lapen tersebut tentunya akan menekan biaya angkut yang selama ini cukup memberatkan petani, yakni Rp 2.000/kg.

Ajai Siang

“Sebelumnya upah angkut kopi mencapai Rp 2.000/kg, dengan adanya jalan ini tentu biaya angkut akan lebih murah,” ujarnya.

Bukan hanya itu, menurut kades, seiring berjalannya waktu jumlah penduduk semakin padat tentu areal pemukiman juga semakin sempit. Dengan adanya akses jalan yang dibangunnya itu tidak menutup kemungkinan daerah di sepanjang jalan tersebut akan menjadi wilayah perluasan pemukiman.

“Semakin lama jumlah penduduk semakin meningkat, kemana lagi kita akan memperluas areal pemukiman jika tidak ke arah situ dan secara otomatis nilai ekonomis lahan perkebunan warga juga akan meningkat karena didukung dengan akses jalan yang lancar,” jelas kades. (Adv/Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *