Tidak Ada Murid, Sekolah Ini Terancam Tutup

0
3424
sekolah ini terancam tutup

GO BENGKULU, LEBONG – Miris, salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Lebong  terancam bubar, yakni, SDN 50 Kota Baru, Kecamatan Uram Jaya. Pasalnya, sekolah yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu itu kondisinya kian mencekam lantaran kekurangan peserta didik (Murid, red). Kendati berada di tengah jantung pemukiman warga, herannya sekolah tersebut sepi peminat. Info terakhir di sekolah tersebut hanya menyisakan sekitar 16 peserta didik saja. Belum diketahui pasti apa yang melatarbelakangi warga setempat kurang berminat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Salah satu warga setempat yang berhasil dibincangi awak gobengkulu.com, menuturkan, sudah 2 tahun terakhir sekolah tersebut sepi peminat, dari tahun ke tahun peserta didik kian berkurang. Bahkan di saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022 ini saja dia menyebut tidak satu pun warga yang mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut. Dia berpendapat, setiap orang tua pasti ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang bermutu yang bisa mendidik anaknya menjadi lebih baik.  Jika kondisinya seperti sekarang ini, lanjutnya, tentu para orang tua meragukan kualitas sekolah tersebut dan lebih memilih sekolah di desa tetangga yang lebih ramai dan tentunya lebih terjamin mutunya.

“PPDB tahun ini saja tidak satu pun yang daftar, jadi murid kelas I (satu) nya tidak ada,” ujarnya, Kamis (15/7).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebong, H. Guntur, S.Sos., ME, saat dikonfirmasi terkait hal itu dia menyampaikan, pihaknya sudah menerima informasi terkait kondisi sekolah tersebut, bahkan dari informasi yang dia terima sekolah tersebut sudah mengalami kemerosotan sejak 2 tahun terakhir. Pihaknya juga telah melakukan evaluasi dan rencananya akan dilakukan regrouping (Penggabungan sekolah, red) dengan sekolah terdekat. Bahkan dia mengaku sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait pemanfaatan gedung sekolah tersebut jika regrouping benar dilakukan.

“Kita akan rapatkan dulu dengan pimpinan dalam hal ini bupati, karena dialah yang berwewenang menentukan kebijakan,” kata Guntur.

Di lain tempat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong, H. Mustarani Abidin, SH., M.Si, juga angkat bicara terkait sekolah yang nyaris saja bubar itu. Menurut sekda, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menentukan kebijakan. Pihaknya akan terlebih dahulu mempelajari terkait regulasi-regulasi yang mengatur jika ingin melakukan regrouping. Jika memang sudah memenuhi syarat maka tindakan itu akan dilakukan. Terkait pemanfaatan gedung jika benar dilakukan regrouping, sekda menyebut akan dirapatkan kembali nanti.

“Langkah awal adalah kita akan membahas terkait status sekolah itu dulu, jika memang sudah tidak memungkinkan untuk berdiri sendiri maka kebijakan regroupinglah yang akan kita diambil. Masalah pemanfaatan gedung setelahnya, kita akan bahas nanti tergantung kebutuhan dan keputusan bupati,” jelasnya. (YF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here