/
/
Lebong

Minim Perhatian, KONI Ngadu ke Bupati

89
×

Minim Perhatian, KONI Ngadu ke Bupati

Sebarkan artikel ini
KONI

GO BENGKULU, LEBONG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lebong menggelar audiensi bersama Bupati Kopli Ansori, pada Jumat (18/6), bertempat di gedung Graha Bina Praja Pemda Lebong. Dalam audiensi yang digelar siang itu, masing-masing pengcab (Pengurus Cabang) menyampaikan keluhan dan kendala yang dihadapi selama ini. Salah satunya adalah minimnya dukungan dan perhatian pemerintah daerah terhadap atlet.

Seperti yang diutarakan oleh Pengcab IPSI (Pencak Ikatan Pencak Silat Indonesia), Dian Novitasari, dirinya mengaku hampir setiap tahun memberangkatkan atlet dari Kabupaten Lebong untuk ikut ajang kompetisi di tingkat Provinsi bahkan ke tingkat Nasional. Tapi dia mengaku selalu terkendala di anggaran dan fasilitas pendukung. Bahkan dia mengaku setiap akan memberangkatkan atlet dirinya terpaksa seperti pengemis ke sana-sini mencari sumbangan.

“itulah keluhan kami pak, selama ini saya sudah seperti pengemis mintak sana-sini saat akan memberangkatkan atlet-atlet terbaik kita. Pemerintah seakan tidak peduli, dan seolah ini kepentingan pribadi kami, toh kalu menang yang harum kan nama kabupaten kita juga,” keluhnya

Hal senada juga disampaikan oleh Pengcab Atletik, Catur Sugito, dia mengaku sudah menjebolkan banyak atlet, bahkan dia menyebut atlet binaannya pernah menjuarai event di tingkat nasional dan ikut berkompetisi di internasional. Tapi sama saja, semuanya pakai biaya sendiri, pemerintah hanya menonton dan seperti tidak tahu.

“Kalau berbicara atlet di Kabupaten Lebong ini banyak pak, tapi sering putus tengah jalan karena tidak ada dukungan,” cetusnya.

KONI

Dalam acara yang digelar hingga menjelang sore itu, Ketua KONI Kabupaten Lebong, Donni Swabuana, ST., M.Si, juga turut menggambarkan kondisi dunia olahraga di Kabupaten Lebong saat ini yang menurutnya sangat minim dukungan dari pemerintah, baik dari segi anggaran maupun fasilitas pendukung lainnya. Sementara, dia menilai Kabupaten Lebong kaya akan atlet bahkan juga kaya akan fasilitas, hanya saja selama ini fasilitas yang ada tidak termanfaatkan dan dibiarkan terbengkalai begitu saja.

“Seperti yang disampaikan teman-teman Pengcab ini tadi benar pak bupati, selama ini kita kaya atlet tapi miskin dukungan. Kami mohon hal ini akan menjadi perhatian pak bupati, karena mereka (Atlet, red) tidak berjuang untuk diri sendiri tapi juga membawa nama besar Kabupaten Lebong,” jelas Doni.

Dibeberkan Donni, seperti gedung tenis indoor, GOR di Desa Magelang Baru, GOR terpusat di Kelurahan Taba Anyar dan masih banyak aset-aset lainnya yang dibiarkan terbengkalai begitu saja. Terkait hal itu, Donni meminta restu dari bupati agar KONI diizinkan untuk memanfaatkan, mengelola dan memelihara aset sarana olahraga yang sudah ada. Kata Donni, jika aset tersebut dibiarkan begitu saja maka tidak akan memberi manfaat bahkan memicu dijadikan tempat untuk hal-hal negatif.

“Jika diizinkan kami bersedia untuk merawat aset sarana olahraga yang terbengkalai selama ini untuk dijadikan tempat latihan atlet-atlet kita,” pintanya.

Menanggapi berbagai keluhan dari pengurus KONI tersebut, bupati mengaku prihatin. Bupati menyebut akan menjadi “PR’ nya ke depan agar KONI bisa bangkit dan membesarkan nama Kabupaten Lebong melalui olahraga. Namun demikian, dia pun tak menampik kendala utama adalah keterbatasan APBD Kabupaten Lebong sehingga sulit untuk dialokasikan ke organisasi-organisasi yang ada. Selanjutnya dia meminta ketua KONI agar membuat rencana kerja (Kegiatan, red) untuk satu tahun agar bisa dibahas pada waktu pembahasan APBD.

“Ke depan saya minta ketua KONI membuat rencana kerja satu tahun agar kita tahu program dan rencana kegiatannya apa, nanti kita sisipkan anggarannya. Jadi tidak ada lagi yang keliling bawa proposal setiap akan mengikuti event. Saya prihatin dengan kondisi ini, tapi mungkin Pemda tidak bisa dukung maksimal dari segi anggaran karena memang APBD kita masih sangat minim,” terang bupati.

Terkait permintaan pengelolaan dan pemanfaatan aset yang disampaikan oleh ketua KONI, bupati mengaku sangat mendukung dan sepenuhnya akan mengizinkan. Namun demikian dia juga tetap akan berpedoman pada regulasi.

“Saya sangat mendukung, tapi kita tetap harus mengacu pada regulasi yang ada. Aset ini dibangun dari uang negara, jadi kita tetap harus taat pada regulasi. Setelah ini nanti saya akan minta bagian hukum untuk menelaah dan saya minta pihak KONI juga aktif koordinasi terkait rencana tersebut, intinya saya dukung penuh,” tandasnya. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *