Hasil Audit Belum Keluar, Penyidikan Kembali Diperpanjang ke-4 Kalinya

0
792
audit belum selesai
ILUSTRASI

GO BENGKULU, LEBONG – Perkara dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Sekretariat DPRD Kabupaten Lebong yang ditangani oleh  Kejaksaan Negeri (Kejari) tampaknya agak sedikit alot. Buktinya, sudah hampir 4 bulan menyandang status Dik (Penyedikan, red), perkara tersebut belum juga menemukan titik terang. Kabarnya sudah belasan orang diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik, termasuk juga unsur pimpinan DPRD tahun 2016 lalu pun sudah beberapa kali mendatangi Kejari Lebong untuk dimintai keterangan.

Serangkaian dari penyidikan, pihak Kejari juga sudah menggandeng auditor dari BPKP untuk mengaudit nilai kerugian negara (KN) yang ditimbulkan pada pengelolaan keuangan di tahun anggaran 2016 lalu di OPD tersebut. Tim auditor kabarnya ditugaskan selama 1 bulan sejak awal bulan lalu dan berakhir 31 Mei kemarin.

Kendati sudah menghabiskan waktu sebulan untuk mengaudit nilai KN, tapi belum juga ada tanda-tanda siapa yang harus bertanggung jawab atas perkara tersebut yang kabarnya merugikan negara hingga Rp 1,3 miliar itu.

Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) Lebong, Arief Indra Kusuma Adhi, SH., M.Hum, melalui Kasi PIdsus, Ronald Thomas Mendrofa, SH, saat dikonfirmasi terkait perkembangan perkara tersebut, dia masih memberikan keterangan serupa seperti beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, perkara tersebut masih berproses dan pihaknya masih menunggu hasil audit dari auditor BPKP yang telah bekerja selama kurang lebih satu bulan terakhir. Dia juga mengaku dalam minggu ini pihaknya akan koordinasi dengan pihak auditor terkait nilai KN yang ditemukan dari hasil audit.

“Belum ada perkembangan, saat ini masih berproses di auditor, mungkin minggu depan kami akan koordinasi degan auditor karena kabar terakhir mereka sedang finalisasi penghitungan nilai KN,” terang Ronald, Minggu (30/5).

Ronald juga menyampaikan, karena belum rampung dan masih berproses, maka penyidikan atas perkara tersebut kembali diperpanjang, yakni, terhitung tanggal 25 Mei hingga 23 Juni mendatang.

“Iya, penyidikan kita perpanjang lagi satu bulan ke depan, terhitung dari 25 Mei hingga 23 Juni, jika semua sudah rampung nanti kita akan gelar ekspose,” tandasnya. (YF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here