/
/
headlineLebong

Didiagnosis Gagal Jantung, Bocah 8 Tahun Ini Butuh Uluran Tangan

214
×

Didiagnosis Gagal Jantung, Bocah 8 Tahun Ini Butuh Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini
bocah 8 tahun penderita gagal jantung
Milda Apriyani (Baju kuning) bersama kedua orang tuanya. Kondisi badannya sudah sangat kurus

GO BENGKULU, LEBONG – Sungguh miris yang dialami bocah 8 tahun warga Kelurahan Mubai, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, dirinya didiagnosis gagal jantung dan gizi buruk oleh tim medis sejak beberapa tahun lalu. Namun demikian, bocah yang diketahui bernama Milda Apriyani, buah hati dari pasangan Munandar (36) alias Dadan dan Miyana Nasution (34) ini belum mendapat pengobatan medis secara intensif lantaran terkendala biaya.

Diceritakan oleh orang tuanya, sejak lahir anaknya tersebut sering sakit-sakitan. Lalu pihaknya mencoba memeriksa ke Puskesmas perawatan Tes, tapi pada saat itu oleh pihak Puskesmas anaknya dirujuk ke RSUD Lebong untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Lalu dirinya mencoba membawa anaknya ke RSUD Lebong untuk dirawat. Tapi rupanya RSUD Lebong pun tak sanggup menangani penyakit yang diderita anaknya dan merujuk agar dirawat ke Rumah Sakit M Yunus Provinsi Bengkulu. Berharap kesembuhan, dia pun mencoba membawa anaknya ke RS M Yunus Bengkulu, tapi sayang RS Provinsi tersebut juga angkat tangan dan menyarankan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta.

“Kami sudah berusaha untuk mengobati anak kami ini, tapi hingga sekarang belum juga membuahkan kesembuhan,” cerita Dadan, Rabu (19/5).

Lanjutnya, setelah mendengar arahan dari RS M Yunus untuk merujuk anaknya ke RSCM Jakarta, perasaan putus asa pun mulai terbesit di hatinya. Bukan tanpa alasan, untuk membawa anaknya berobat ke Bengkulu saja dia mengaku pinjam sana, pinjam sini, lantaran tak punya uang, apa lagi untuk berobat ke Jakarta yang membutuhkan biaya yang besar. Akhirnya dia memutuskan untuk membawa anaknya pulang dan berobat di kampung.

“Sebelumnya kami punya kartu Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah), tapi sejak 2 tahun terakhir Jamkesda kami tidak berlaku lagi, kabarnya sudah dihapus, saya juga kurang tahu. Sekarang kami cuma berobat di kampung,” tuturnya.

Melihat kondisi anaknya kian hari kian memburuk, dia pun memilih untuk mengurus BPJS secara mandiri agar dapat mengobati anaknya. Tapi tetap saja, sesuai dengan rujukan pihak RS M Yunus sebelumnya, anaknya harus dirujuk ke RSCM agar mendapat penanganan maksimal.

“Kami sangat berharap untuk kesembuhan anak kami ini, tapi jujur dengan keadaan ekonomi kami sekarang rasanya tidak mungkin anak kami ini bisa kami bawa ke RSCM, karena butuh biaya yang besar, mulai dari transport hingga biaya kami di situ nanti,” ungkapnya.

Lebih jauh dia berharap ada uluran tangan dari pemerintah atau pun dari dermawan untuk kesembuhan anaknya. Dia juga mengaku hingga saat ini belum pernah mendapat sentuhan dari pemerintah.

“Kami sangat berharap sekali ada uluran tangan dari pemerintah untuk kesembuhan anak kami ini. Tolong pak anak kami pingin sembuh, dia juga pingin main layaknya anak-anak seumurannya,” harapnya sembari meneteskan air mata.

Untuk diketahui, Milda Apriyani ini merupakan bocah 8 tahun yang saat ini masih duduk di bangku kelas 1 SD. Dengan kondisinya yang sakit-sakitan saat ini dirinya masih aktif bersekolah. Dirinya berangkat ke sekolah dengan digendong oleh ibunya. Orang tuanya tergolong keluarga kurang beruntung yang kesehariannya berprofesi sebagai petani upahan/buruh semrawutan.

Bagi siapa saja yang tergerak hatinya ingin membantu untuk kesembuhan bocah malang ini bisa datang langsung ke alamat orang tuanya, Kelurahan Mubai, Kecamatan Lebong Selatan, tepatnya jika dari arah Muara Aman menuju Curup, sebelah kiri setelah masjid Kelurahan Mubai, masuk gang depan salon sekitar 15 meter, pasangan Munandar (Dadan) dan Miyana Nasution. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *